alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

70 Persen Kasus Positif di Jembrana Ternyata karena Belum Divaksin

06 Juli 2021, 05: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

program vaksinasi nasional, Pemkab Jembrana, OTG, Diskes Jembrana, protokol kesehatan, pasien Covid, warga belum divaksin,

Suasana pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di SMPN 3 Negara, Senin (5/7) (M.Basir)

Share this      

NEGARA- Lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana dalam dua minggu terakhir disebabkan karena sebagian besar warga yang belum divaksin.

Sedangkan warga yang terpapar meskipun sudah mendapat vaksin, tidak mengalami gejala atau disebut orang tanpa gejala (OTG).

Untuk itu, selain pengetatan protokol kesehatan selama PPKM darurat, vaksinasi Covid-19 juga digenjot untuk menciptakan kekebalan kelompok.

Baca juga: BP2MI Denpasar Dukung Vaksinasi PMI Krama Bali

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata, menyatakan, sejak terjadi lonjakan kasus secara signifikan di Jembrana dalam dua minggu terakhir, pihaknya melakukan evaluasi menyeluruh.

Salah satunya mengenai warga terkonfirmasi positif sebagian besar merupakan warga yang belum mendapat vaksin sehingga mengalami gejala sedang hingga gejala berat.

“Dari evaluasi kami, sebagian besar warga yang positif memang belum tervaksin sama sekali,” terangnya, saat memantau pelaksanaan vaksinasi pada siswa, Senin (5/7).

Parwata merinci, lonjakan kasus signifikan terjadi sejak 22 Juni lalu, hingga kemarin sudah mencapai 200 kasus.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 70 persen warga terkonfirmasi positif belum melakukan vaksinasi, sisanya sebanyak 28 persen sudah melakukan vaksin dosis pertama dan hanya 2 persen yang mendapat vaksin lengkap.

Karena itu, Parwata menyimpulkan secara medis tingkat efektivitas vaksin sangat berpengaruh besar untuk meningkatkan imun tubuh sehingga bisa mengurangi risiko gejala jika terpapar.

“Penting dicatat, warga terpapar virus yang sudah mendapat vaksin tidak memiliki gejala. Kalaupun bergejala, gejalanya sangat ringan,” tegasnya.

Parwata menambahkan, vaksinasi Covid-19 Jembrana hingga kemarin jumlah sasaran dari umur 18 ke atas mencapai 230.654 orang.

Sedangkan capaian sementara dari jumlah sasaran tersebut sebanyak yang sudah mendapat vaksin dosis pertama sebanyak 16.892 orang atau 70.62 persen dan yang belum sebanyak 67.762 orang.

 Dalam kurun waktu selama kurang 20 hari ke depan, pihaknya gencar melakukan vaksinasi dosis pertama dan di saat bersamaan penyuntikan dosis kedua yang baru mencapai 43.582 orang.

Sedangkan untuk vaksinasi pada anak berusia 12-17 tahun, sejak kemarin sudah dicanangkan untuk target sasaran sebanyak 618 0rang siswa dari target sasaran siswa kelas VIII dan kelas IX sebanyak 30 ribu orang siswa seluruh Jembrana.

Dinas kesehatan Jembrana yang sudah membuat jadwal vaksinasi pada siswa sudah berkoordinasi dengan dinas pendidikan agar menghadirkan siswa ke sekolah untuk mengikuti vaksinasi.

Mengenai keterbatasan tempat isolasi terpusat, khusus bagi warga terkonfirmasi positif yang OTG.

(rb/bas/pra/JPR)

 TOP