alexametrics
Sabtu, 31 Jul 2021
radarbali
Home > Hiburan & Budaya
icon featured
Hiburan & Budaya

Mahasiswa Papua Kolaborasi Seni Bareng Polwan Polresta Denpasar

Buktikan Bisa Menyatu dengan Budaya Bali

07 Juli 2021, 12: 45: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Mahasiswa Papua, Kolaborasi Seni, Polwan Polresta Denpasar, Kapolresta Denpasar, Jansen Avitus Panjaitan,

Pertunjukan kolaborasi antara mahasiswa Papua dan Polwan Polresta Denpasar ini tersaji secara virtual (IST)

Share this      

DENPASAR - Sejumlah mahasiswa asal Papua terlibat langsung dalam pentas seni yang digelar di Gedung Ksirarnawa Art Center, Denpasar pada Selasa (6/7/2021). Pentas itu digelar secara virtual dan digagas langsung oleh Polresta Denpasar. 

Di sela kegiatan itu, Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengatakan pentas kolaborasi dengan mahasiswa asal Papua itu untuk membuktikan bahwa mahasiswa asal Papua yang berkuliah di Bali bisa menyatu dan beradaptasi dengan kebudayaan Bali.

"Kenapa tercetus ide kolaborasi Papua - Bali, ini untuk menunjukkan bahwa mahasiswa Papua bisa beradaptasi di manapun mereka berada dan menyatu dengan kebudayaan Bali," kata Kombes Jansen. Dalam pertunjukan itu, penampilan pertama sebagai pembukaan menyajikan tari kreasi Satya Bhayangkara (maskot Polresta Denpasar) yang ditarikan oleh personel Polwan Polresta Denpasar.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Ruang Isolasi RSUD Wangaya Denpasar Penuh

Dikatakan, tarian ini diciptakan untuk menggambarkan semangat jiwa ksatria anggota Polri yang rela berkorban demi melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat tanpa kenal lelah dalam situasi apapun dengan tetap berpedoman pada Tribrata dan Catur Presetya.

"Tarian ini mencerminkan sikap keramahan anggota Polri kepada masyarakat dan mempunyai makna kesetiaan yang penuh keikhlasan kepada bangsa dan negara. Tarian ini adalah maskot Polresta Denpasar," terangnya. Lalu tibalah saatnya pertunjukan tari kolaborasi antara mahasiswa Papua - Bali yang diberi nama tari Jaya Anusa Pertiwi yang tersaji dengan konsep kolaborasi dengan Polwan Polresta Denpasar.

Di mana makna dari tarian ini adalah Kejayaan Nusantara di bumi pertiwi yang tidak terlepas dari seni dan budaya yang mewarnai dan menghiasi bumi nusantara ini.

"Bumi nusantara kita terkenal dan mendunia dalam balutan tali kasih seni antara dua daerah yang memiliki ciri khas tersendiri, sehingga terciptalah sebuah karya tari yang mengabungkan dua keunikan antara Bali dan Papua. Ini memberikan dinamika dan estetika yang kental dalam masing-masing identitasnya yang mengambarkan kejayaan anusa pratiwi," imbuh Kombes Jansen.

Tarian selanjutnya yakni Garudaku Garudamu. Tari ini menggambarkan burung garuda yang gagah perkasa menjadi simbol bangsa Indonesia. Tari berikutnya yang dibawakan yakni tarian Papua Ring Hati, di mana tarian ini menggambarkan pesona, budaya dan keindahan alam di tanah Papua.

"Papua memilik sumber daya alam yang  melimpah, dibalut dengan keanekaragaman tradisi dan budaya unik yang membuat Papua mendapatkan julukan mutiara hitam dari timur," jelas Jansen.

Menurut perwira dengan melati tiga di pundak ini, dibutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk berlatih sehingga tercipta kolaborasi yang indah antara personel Polresta Denpasar dan mahasiswa Papua.

"Jadi dengan kolaborasi ini, kita ingin tunjukkan kepada masyarakat bahwa kebhinekaan atau perbedaan itu indah," tandasnya.

(rb/mar/yor/JPR)

 TOP