alexametrics
Kamis, 05 Aug 2021
radarbali
Home > Politika
icon featured
Politika

Golkar Bali Bentuk Tim Khusus Pemberdayaan Petani dan Peternak

Untuk Kuatkan Simantri

12 Juli 2021, 12: 00: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

golkarbali sugawakorry dppgolkar airlanggahartarto

PANTAU SAPI: Ketua DPD 1 Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry cek sapi dan diskusi lapangan dengan pengurus Simantri Desa Musi, Gerokgak, Buleleng, Kamis (8/7) lalu. (HUMAS DPD 1 GOLKAR BALI FOR RADAR BALI)

Share this      

DENPASAR, Radar Bali - Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi (Simantri) menjadi program unggulan Pemerintah Provinsi Bali sejak era Gubernur Made Mangku Pastika. Sayangnya, saat ini, program keren tersebut seiring berjalannya waktu menghilang dan berganti dengan Sipadu (Sistem Informasi Pangan Terpadu). DPD 1 Golkar Bali merasa terpanggil untuk kembali memperkuat Simantri yang sudah terbukti meningkatkan kesejahteraan peternak.

Sejak lahir tahun 2009 silam hingga 2019, terbentuk 752 simantri atas dukungan, pembinaan, dan bantuan Pemerintah Daerah Bali. Dari sisi ide dan kebijakan untuk memberdayakan kalangan peternak, program ini terbukti sangat bagus. Lebih-lebih diintegrasikan dengan upaya untuk meningkatkan produktivitas peternak dengan penghasilan tambahan melalui produksi pupuk organik. Strategi mewujudkan Bali sebagai pulau organik pun mengarah pada kesuksesan.

Dalam rangka mendukung pembinaan dan pemberdayaan Simantri 200 tenaga penyuluh dilibatkan. Pengembangan Simantri setiap kelompok didukung bantuan anggaran sebesar Rp 200 juta. Selama 10 tahun dialokasikan anggaran sekitar Rp 1,5 triliun. Dalam perjalanannya, saat ini, banyak simantri yang sudah tidak melanjutkan aktivitasnya. Tetapi berdasarkan pengecekan langsung di lapangan, banyak juga simantri yang berganti nama menjadi Sipadu (sistem informasi pangan terpadu) yang masih melaksanakan aktivitasnya di bawah pembinaan UPTD Sipadu. Namun, kondisinya sudah jauh berbeda. Kalau dulu ada 200 tenaga penyuluh, kini hanya tinggal 20 personil saja.

Baca juga: Memohon Pandemi Segera Berakhir, Pemkab Jembrana Tempuh Upaya Niskala

Merespons kondisi riil tersebut, Ketua DPD 1 Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry merasa terpanggil. Sosok akademisi sekaligus politisi asal Kecamatan Busungbiu, Buleleng itu menilai  ide kebijakan pengembangan simantri yang sangat positif. Khususnya dalam konteks meningkatkan kesejahteraan peternak melalui usaha ternak sapi, dan produksi sampingannya serta dalam upaya mewujudkan Bali sebagai pulau organik. “Sudah tentu sangat tidak tepat kalau Simantri atau Sipadu ini tidak ditangani secara maksimal,” tegasnya. 

Bertitik tolak dari hal tersebut, ungkapnya Golkar Bali telah menugaskan kader-kader untuk menginventarisasi kondisi Simantri dan Sipadu untuk selanjutnya mendorong peningkatan keberpihakkan terhadap pembinaan dan pengembangan program tersebut. “Kami telah membentuk tim khusus melalui badan pembinaan dan pemberdayaan petani dan peternak Golkar Bali. Sekarang sedang kami persiapkan rumusan masalah-masalah prioritas dan solusi pemecahannya. Pasca-PPKM Darurat ini, kami akan terjun ke lapangan," ungkapnya penuh optimisme. 

(rb/feb/ken/han/yor/JPR)

 TOP