alexametrics
Kamis, 05 Aug 2021
radarbali
Home > Bali United
icon featured
Bali United

Jadi Pemain Termuda BU, Kadek Dimas Ngaku Nyaman dengan Lerby

12 Juli 2021, 16: 45: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

I Kadek Dimas Satria, Lerby Eliandry Pong Babu, Bali United,

I Kadek Dimas Satria. (baliutd.com)

Share this      

DENPASAR – I Kadek Dimas Satria pada 24 September mendatang, baru menginjak usia 20 tahun. Dia menjadi salah satu pemain termuda yang dimiliki Bali United saat ini.

Jika pemain asal Desa Legian tersebut berjuang keras, bukan tidak mungkin dia menjadi salah satu predator di lini serang Bali United.

Untuk urusan penyerang lokal, Dimas sempat mengungkapkan bahwa Bambang Pamungkas menjadi salah satu idolanya. Namun selama di Bali United, dia lebih sering berinteraksi dengan Lerby Eliandry Pong Babu. Bahkan Lerby lebih layak disebut sebagai panutan Kadek Dimas.

Baca juga: Koster Indikasikan Varian Delta Masuk Bali, Larang Isolasi Mandiri

Pada beberapa kesempatan saat Bali United bertolak ke Yogyakarta dan Surakarta, pemilik nomor punggung 10 tersebut selalu satu kamar dengan Kadek Dimas. Alasannya sederhana karena Lerby nyaman diajak curhat dan sering memberikan masukan-masukan penting.

“Bang Lerby dan Spaso (Ilija Spasojevic) sering berikan semangat serta motivasi kepada saya. Tapi saya lebih sering satu kamar dengan Lerby. Disitu sering beri masukan kepada saya,” ucapnya. Masih ada beberapa kekurangan yang perlu dibenahi Kadek Dimas jika ingin mencuri perhatikan Stefano Teco Cugurra.

Apalagi saat Tour de Java beberapa waktu lalu, top skorer Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-18 tahun 2019 tersebut hampir saja mencetak gol kala bersua PSIM Yogyakarta andai saja dia bisa lebih tenang di depan gawang.

“Yang kurang sih fisik dan kekuatan otot. Selain itu kepercayaan diri saya. Waktu kemarin (Tour de Java), saya tegang karena baru pertama kali main dengan tim senior,” ujarnya.

Kebetulan staf pelatih Bali United saat itu memberikan arahan khusus kepadanya.

“Waktu itu pelatih bilang kalau saya harus banyak belajar dari Lerby dan Spaso. Apa yang menjadi kekurangan, harus diperbaiki,” ungkapnya.

Sekarang selama masa PPKM Darurat Jawa-Bali, Kadek Dimas dan pemain lainnya terpaksa tidak bisa berlatih maksimal di lapangan.

Jelas hal ini menurutnya cukup mengganggu persiapan tim dan kondisi pemain. Dia menatakan, sejatinya bila bisa menjaga kondisi fisik di lapangan, tentu akan lebih bagus.

“Tapi mau bagaimana, kami sebagai pemain wajib ikuti aturan pemerintah agar Covid-19 cepat berlalu. Jadinya selama PPKM ini, saya jaga kondisi dengan latihan mandiri. Variasi latihan seperti strength, push up, dan sit up saya lakukan,” terangnya.

Di samping adanya PPKM Darurat Jawa-Bali, AFC Cup 2020 resmi batal. Sedangkan Liga 1 2021/2022 masih belum jelas kapan akan digelar meskipun diwacanakan dihelat pada akhir Agustus mendatang. Sebagai pemain muda, tentu Dimas cukup kecewa.

Satu tahun dia dan pemain lain tidak bermain. Apalagi harapannya untuk bisa membela Timnas U-19 di Piala Dunia U-20 yang seharusnya dihelat tahun ini dan berjuang untuk menembus skuad Shin Tae-yong, akhirnya sirna.

Namun di balik kekecewaannya, ada sisi positif yang bisa didapat. Bukan hanya untuk Kadek Dimas saja, tetapi juga untuk seluruh pemain Bali United.

“Pasti kecewa karena lebih dari satu tahun tidak main bola. Apalagi Liga 1 mundur dan katanya akhir Agustus baru mulai. Ya sekarang tetap jaga kondisi saja dulu. Perbanyak porsi latihan meskipun PPKM. Fokus perbaiki diri karena masih banyak waktu,” tutupnya.

(rb/lit/yor/JPR)

 TOP