alexametrics
Kamis, 05 Aug 2021
radarbali
Home > Bali United
icon featured
Bali United

Andhika Wijaya Belajar Kontrol Emosi dari 2 Kartu Merah Piala Menpora

14 Juli 2021, 08: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

I Made Andhika Wijaya, bek kanan BU. Bali United, kontrol emosi, kartu merah, Piala Menpora,

Bek kanan Bali United, I Made Andhika Wijaya (kiri). (DOK RADAR BALI)

Share this      

DENPASAR – Situasi sekarang, benar-benar sulit. Dengan adanya PPKM Darurat Jawa Bali hingga 20 Juli, berbagai aktivitas sangat terbatas bisa dilakukan masyarakat. Pesepak bola juga demikian. Sesi latihan Bali United di Lapangan Yoga Perkanthi, Jimbaran dan Lapangan Banteng Seminyak terpaksa dihentikan sementara.

Terpaksa latihan mandiri di lakukan masing-masing pemain. Seperti bek kanan Bali United I Made Andhika Wijaya contohnya, dia memilih berlatih dengan sepeda statis di rumahnya. “Kalau untuk mengendarai sepeda di jalan, tidak dulu. Saya lebih pilih pakai sepeda statis di rumah,” terangnya Senin kemarin (12/7).

“Kadang-kadang saya juga jogging 30 menit atau sprint 3x200 meter,” tambah jebolan Bali United U-21 tersebut. Tanpa ada aktivitas tim yang cukup berat, Andhika akhirnya bisa lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarga kecilnya.

Baca juga: Jadi Temuan, Puluhan Warga Takmung Batal Kembalikan BLT, Kok Bisa?

Dia bisa punya waktu lebih lama untuk mengasuh anak pertamanya, Keenan Wijaya. “Ada hikmah dibalik PPKM ini. Jadi saya bisa punya waktu lebih banyak dengan keluarga. Bisa ngempu Keenan. Waktu dengan istri juga lebih banyak. Kemari nada Euro 2020 dan Copa America 2021, juga jadi hiburan tersendiri. Saya jadi ada waktu buat nonton,” ungkapnya.

Apa yang diinginkan Andhika sangat sederhana. Dia ingin Liga 1 2021/2022 bisa segera bergulir. Terlebih Piala AFC 2021 yang dinantikannya, akhirnya batal begitu saja karena pandemi Covid-19.

“Sudah satu tahun lebih Liga 1 tidak jalan. Saya hara pada kejelasan setelah PPK,” tegasnya.

Meskipun ingin kepastian, anak ketiga dari mantan Asisten Pelatih Pelita Jaya dan Arema Cronus ini menilai penundaan bisa memberikan waktu lebih banyak untuk melakukan berbagai pembenahan dalam diri. Apalagi Tour de Java beberapa waktu lalu dianggap cukup sukses untuk membangun chemistry antar tim.

“Kami lama tidak main bola. Akhirnya bisa bermain seminggu dua kali. Chemistry bisa lebih baik antara pemain. Feeling ball juga dapat. Yang kami butuhkan sekarang kompetisi. Tapi kalau sekarang ada perbanyak uji coba, tidak masalah sebelum liga agar kondisi kami bisa kembali 100 persen,” terangnya.

Tapi ada satu hal yang dia rasa perlu benar-benar dilakukan pembenahan untuknya. Pembenahan tersebut terkait kondisi emosionalnya di dalam lapangan. Sampai sekarang, dia masih ingat betul bagaimana dua kartu merah langsung didapatnya di Piala Menpora 2021 hanya dalam empat pertandingan.

Andhika sendiri ingin mengontrol emosi lebih baik lagi. Tapi bukan tanpa alasan emosinya sedikit meledak di lapangan.

“Sebelum Liga 1, harus bisa lebih kontrol emosi. Mungkin kemarin karena saya mau menunjukkan di lapangan untuk tidak mau kalah dengan lawan. Saya mau menunjukkan yang terbaik tapi terlalu semangat sehingga tidak terkontrol,” ujarnya.

“Di Piala Menpora kemarin, saya jadikan pelajaran berharga. Satu tahun tidak main, sekalinya main langsung dapat dua kartu merah. Selain mengontrol emosi, tantangan terberat saya sebelum Liga 1 adalah bisa mencapai top performance kembali,” tutupnya.

(rb/lit/yor/JPR)

 TOP