alexametrics
Kamis, 23 Sep 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Dari Balik Lapas, Mang Idus Jualan Sabu, Dituntut 13 Tahun Penjara

14 Juli 2021, 10: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

I Nyoman Suwedia, Mang Idus, bandar narkoba, jualan sabu-sabu, narkoba di lapas,

I Nyoman Suwedia alias Mang Idus saat diadili secara daring, Selasa (13/7). (ADRIAN SUWANTO/ RADAR BALI)

Share this      

DENPASAR – Meski sedang menjalani hukuman selama sewindu (delapan tahun) di dalam Lapas Kelas IIA Kerobokan, I Nyoman Suwedia alias Mang Idus ternyata masih leluasa mendalangi peredaran narkotika.

Pria 40 tahun asal Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung, itu memiliki kaki tangan yang beroperasi menjual sabu di luar sel.

Namun, ibarat pepatah sepintar-pintarnya menyembunyikan bangkai pasti tercium, sepak terjang Mang Idus terhenti setelah anak buahnya bernama Pande Gede Susila Putra alias Lepang (terdakwa berkas terpisah) dicokok anggota BNN Badung. 

Baca juga: Andhika Wijaya Belajar Kontrol Emosi dari 2 Kartu Merah Piala Menpora

Dalam sidang Selasa (13/7), Mang Idus hanya bisa pasrah mendengar tuntutan JPU Ni Putu Eriek Sumiyanti dari Kejari Badung. JPU menilai perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU Narkotika. 

“Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 13 tahun dan denda Rp1,5 miliar,” tuntut JPU Eriek kepada majelis hakim diketuai Angeliky Handajani Day.

Jika terdakwa tidak bisa membayar denda, maka diganti dengan pidana penjara selama enam bulan. Tuntutan tersebut bakal menambah panjang hari-hari Mang Idus di dalam penjara. Sebab, hukuman delapan tahun yang dijatuhkan hakim pada 2019 belum genap dua tahun dijalani.

Menanggapi tuntutan JPU, terdakwa melalui penasihat hukumnya berniat mengajukan pembelaan. “Kami mohon waktu untuk menyiapkan pledoi tertulis, Yang Mulia,” ujar Aji Silaban, pengacara Mang Idus. Sidang akan dilanjutkan 22 Juli mendatang.

Sebagaimana terungkap dalam dakwaan, penangkapan Mang Idus merupakan pengembangan dari tertangkapnya Pande Gede Susila Putra alias Lepang pada 16 Februari lalu. 

Selanjutnya, pada 18 Februari 2021, petugas BNN Badung didampingi petugas Lapas Kelas IIA Kerobokan mendatangi ruangan Blok G atau Blok GWK yang dihuni terdakwa.

Dari hasil penggeledahan, petugas menyita sbeuah ponsel yang berisi percakapan via aplikasi WhatsApp (WA), antara terdakwa dengan Lepang serta Wayan Suanda alias Kak Uban sebagai pembeli (terdakwa dalam berkas terpisah). 

Barang bukti dalam kasus ini berupa 10 plastik klip berisi sabu dengan berat keseluruhan 9,85 gram netto.

(rb/san/yor/JPR)

 TOP