alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Masuk Zona Merah, Penyekatan di Jembrana Diperluas

Jalur Kota Ditutup, Warga Dilarang Melintas

14 Juli 2021, 22: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

zona merah, satgas Covid-19 Jembrana, Polres Jembrana, penyekatan, PPKM, mobilitas warga, kasus covid-19,

Suasana pelaksanaan operasi yustisi pendisplinan prokes dan vaksin di Jalan Pahlawan Depan Polres Jembrana, Rabu (14/7) (Istimewa)

Share this      

NEGARA-Meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana, pembatasan kegiatan masyarakat diperketat.

Bahkan penyekatan juga ditambah dan diperluas.

Terbaru, upaya menekan mobilitas warga, jalan di wilayah Kota Negara pada malam hari ditutup. Arus lalu lintas di jalan utama dalam kota ditutup selama 2 jam, mulai pukul 20.00 WITA hingga pukul 22.00 WITA.

Baca juga: Menko Airlangga: Singapura Tambah Bantuan Iso Tank and Liquid Oxygen

Selama penutupan, warga dilarang melintas atau melalui jalan dalam kota kecuali untuk kepentingan khusus.

"Berdasarkan evaluasi, penyekatan cukup efektif membatasi kegiatan masyarakat dalam kota di malam hari," kata Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa.

Sedangkan terkait pemadaman lampu penerangan jalan umum, khusus di jalan yang rawan kecelakaan tidak dimatikan.

Kapolres memastikan, hingga saat ini tidak ada dampak akibat pemadaman lampu penerangan jalan umum dan tempat strategis yang berpotensi menjadi tempat kerumunan warga. “Kecelakaan dan kriminalitas tidak ada,” terangnya.

Selama pemadaman lampu tersebut, kepolisian meningkatkan patroli wilayah untuk mengantisipasi tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Kapolres juga mengimbau agar masyarakat juga tidak memberikan peluang pada pelaku kejahatan. Artinya, tetap tingkatkan waspada diri dan lingkungannya, tidak meletakkan motor dan barang berharga sembarangan.

Kapolres menambahkan, salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi vaksin Covid-19 masyarakat, operasi yustisi rutin yang digelar Polres Jembrana bersama Satpol PP Jembrana tidak hanya menyasar warga yang tidak menggunakan masker, tetapi juga warga yang belum vaksin.

Operasi yustisi sengaja dilakukan depan klinik Polres Jembrana, sehingga warga yang terjaring operasi belum melakukan vaksinasi langsung bisa vaksin di klinik Polres Jembrana.

Dalam operasi yustisi yang berlangsung sekitar satu jam kemarin, terjaring enam orang yang belum vaksin Covid-19. Dari enam orang tersebut, hanya lima orang yang lolos screening untuk vaksin Covid-19.

“Operasi ini akan digelar rutin agar masyarakat semakin disiplin menjalankan prokes dan mengikuti vaksinasi,” tandasnya.

Seperti diketahui, hari pertama penyekatan Selasa (13/7), hanya di tiga titik. Diantaranya, Jalan Ngurah Rai di Tugu Adipura Kelurahan Dauhwaru, Simpang empat pasar Ijogading dan simpang empat jalan Gatot Subroto atau simpang lapangan tenis.

Penyekatan dengan pengalihan arus lalu lintas pada hari kedua kemarin malam ditambah lagi tiga titik, sehingga menjadi enam titik.

Pengalihan arus tambah tiga titik lagi di simpang empat Jalan Ngurah Rai sebelah barat pasar Jembrana, kemudian di simpang empat tugu jam dan simpang tiga Desa Tegal Badeng Barat.

Pengalihan arus tersebut sejalan dengan aturan penutupan semua pertokoan pada pukul 20.00, dimana sebagian besar jalan Ngurah Rai merupakan pertokoan.

Kalau warga sekitar yang akan pulang ke rumahnya dialihkan ke jalan lain.

(rb/bas/pra/JPR)

 TOP