alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Puluhan Tamatan SD di Buleleng Tak Bisa Lanjut ke Jenjang SMP

Gara-gara Terdampak Ekonomi dan Masalah Lain

15 Juli 2021, 00: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

terkendala ekonomi, terancam DO, drop out, Disdikpora Buleleng, penerimaan siswa baru, Pemkab Buleleng,

Sekretaris Disdikpora Buleleng Ida Bagus Surya Bharata (Eka Prasetya)

Share this      

SINGARAJA,– Sebanyak 61 siswa lulusan sekolah dasar (SD) di Buleleng terancam tak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah pertama (SMP).

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng berencana menjajagi siswa-siswa tersebut, setelah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berakhir.

Disdikpora Buleleng mengidentifikasi puluhan siswa itu, setelah membandingkan data yang dihimpun dalam proses Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB).

Baca juga: Tahap Awal, Sembako Pedagang Kecil Terdampak PPKM Darurat Diserahkan

Pada tahun ajaran 2020-2021, tercatat ada 11.458 orang siswa yang lulus sekolah dasar . Namun sistem menunjukkan, hanya ada 11.335 orang yang melanjutkan ke jenjang SMP. Atau terdapat selisih sebanyak 401 orang siswa.

Tim pun langsung melakukan penyisiran. Sebab jumlah selisihnya cukup banyak. Setelah dilakukan penyisiran, sebanyak 151 orang melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah, 66 orang melanjutkan pendidikan di luar Buleleng, dan 73 orang lainnya bersekolah di luar Bali.

“Itu berarti ada 61 orang yang belum ditemukan. Ini masih kami lakukan penyisiran. Sejauh ini memang sudah ada laporan dari kepala sekolah dasar di beberapa desa, kalau ada siswanya yang tidak melanjutkan ke SMP,” kata Sekretaris Disdikpora Buleleng Ida Bagus Surya Bharata saat dikonfirmasi, Rabu kemarin (14/7).

Dari laporan sekolah, alasan siswa itu beragam. Ada yang beralasan sakit-sakitan, mengalami keterbatasan akses ke sekolah, termasuk faktor ekonomi.

“Malah dari laporan ada juga yang tidak diizinkan melanjutkan sama orang tuanya,” ungkap Surya.

Atas fakta tersebut, Disdikpora Buleleng mengaktifkan kembali Posko Drop Out.

Siswa yang tak melanjutkan pendidikan, akan didatangi secara personal. Disdikpora juga akan menggandeng aparat desa dalam melakukan pendekatan.

Apabila terkendala masalah ekonomi, Surya Bharata menyatakan pemerintah akan memfasilitasi beasiswa dan pengadaan pakaian seragam. Sehingga keluarga lebih diringankan.

“Tapi kalau masalahnya tidak dapat dukungan orang tua, tentu pendekatannya berbeda. Kami akan jajagi secara personal. Karena harapannya kan semua anak itu bisa mendapatkan hak mengakses p

(rb/eps/pra/JPR)

 TOP