alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Radar Jembrana
icon featured
Radar Jembrana
Bantu Ringankan Beban Warga Saat PPKM Darurat

Bupati dan Wabup Jembrana Bagikan Paket Beras ke Pedagang Kecil

15 Juli 2021, 17: 45: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

PPKM, warga jembrana, pedagang kecil, bansos, paket beras, bupati Tamba, Wabup Patriana, Disos Jembrana, Pemkab Jembrana,

Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat menyerahkan bantuan beras ke pedagang kecil, Kamis (15/7) (Humas Pemkab Jembrana for Radar Bali)

Share this      

NEGARA- Pemerintah Kabupaten Jembrana telah menyalurkan bantuan sosial berupa beras kepada sejumlah pedagang kecil terdampak selama masa penerapan PPKM Darurat.

Bantuan itu bersumber dari penyisiran dan refocusing anggaran APBD tahun 2021.

Bantuan dibagikan secara simbolis di masing masing kecamatan oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, di masing-masing kecamatan, Kamis (15/7).

Baca juga: Pemkot Denpasar Akan Bagi-Bagi BLT Rp300 Ribu untuk Warga Kelurahan

PPKM, warga jembrana, pedagang kecil, bansos, paket beras, bupati Tamba, Wabup Patriana, Disos Jembrana, Pemkab Jembrana,

Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna saat penyerahan bantuan beras ke pedagang kecil secara simbolis, Kamis (15/7) (Humas Pemkab Jembrana fior Radar Bali)

Bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima, yakni beras premium dengan berat 15 kg.

Selanjutnya, usai penyerahan simbolis itu bantuan akan diserahkan langsung oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas di masing -masing desa.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, bantuan itu untuk meringankan sektor terdampak akibat sejumlah pembatasan di masa PPKM Darurat.

"Bantuan ini murni kemanusiaan tidak ada kepentingan apapun. Kita sadari, akibat pandemi begitu banyak masyarakat kita terdampak," ujar Bupati Tamba.

Bantuan diberikan secara selektif melalui pendataan terlebih dahulu.

Untuk tahap awal, ada 500 paket dibagikan tersebar di 5 (Lima) kecamatan.

Penerima difokuskan bagi mereka yang belum menerima bantuan pemerintah sebelumnya. 

Sebelum bantuan turun, verifikasi untuk menentukan warga yang berhak atas bantuan juga dilakukan oleh OPD terkait.

Verifikasi juga diperlukan untuk menyesuaikan jumlah sasaran bantuan terhadap kemampuan anggaran daerah.

"Kita maunya semua dapat bantuan. Tetapi tidak bisa, harus selektif, karena anggaran pemerintah terbatas. Tapi kita akan berusaha membantu lainnya. Nanti kita sisir anggaran lagi. Saya dengar bantuan serupa dari pemerintah pusat juga akan turun, jadi bisa dialokasikan kepada lainnya," terangnya.

Bupati juga mengajak pengusaha sukses Jembrana untuk bergotong royong, saling membantu di masa Pandemi.

Bentuk gotong royong itu dengan menyisihkan rezeki untuk kegiatan CSR.

"Saat ini belum semuanya bisa dapat, karena ada aturan dari sisi anggaran juga. Tetapi saat ini kami sedang menampung CSR pengusaha maju yang selama ini memiliki usaha di Jembrana.

Mudah-mudahan bisa terketuk untuk saling berbagi, sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang bisa dibantu," tandasnya.

Sementara, perwakilan pedagang Gusti Putu Widyasari asal Desa Dangin Tukadaya Jembrana, menuturkan keadaannya sejak kebijakan pusat menerapkan PPKM Darurat.

Kesehariannya sebagai pedagang sayur, merasa terdampak dengan diberlakukannya sejumlah kebijakan di Masa PPKM Darurat.

Terutama karena adanya aturan pembatasan waktu berjualan sehingga  hasil jualannya  ikut berkurang.

"Tityang matur suksma atas bantuan ini. Karena kondisi kami begini, pendapatan juga berkurang. Mudah-mudahan semuanya bisa mendapat bantuan," tukas Putu Widyasari. (rba) 

(rb/bas/pra/JPR)

 TOP