alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Buaya Muara di Gianyar yang Sempat Viral Ditemukan Mati Terkena Jaring

15 Juli 2021, 20: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

heboh penampakan buaya, buaya muara, BKSDA bali, diduga sengaja dilepas, buaya peliharaan, Crocodylus porosus, tukad sangsang, buaya ditemukan mati,

Buaya muara yang sempat hebohkan warga akhirnya ditemukan mati, Kamis (15/7). Diduga buaya muara mati setelah terkena jaring yang dipasang BKSDA Bali seminggu lalu. (Istimewa)

Share this      

DENPASAR – Sempat viral dan bikin heboh warga, buaya muara (Crocodylus poropus) yang sempat menampakan diri di Sungai Sangsang, Gianyar seminggu lalu akhirnya ditemukan dalam kondsi mati.

Buaya muara dengan panjang 120 cm dan berjenis kelamin betina itu ditemukan mati dan tersangkut di jaring yang dipasang tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bali

Kepala Balai KSDA Bali R. Agus Budi Santosa, saat dikonfirmasi, Kamis (15/7) membenarkan.

Baca juga: Giri Prasta Bersama Pimpinan DPRD Tandatangani Ranperda

Dikatakan, sejak menampakkan diri seminggu lalu atau tepatnya, pada 9 Juli 2021, tim BKSDA Bali bersama Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Gianyar melakukan pemasangan jaring dengan tujuan untuk memudahkan penangkapan.

Pemasangan jarring dilakukan dengan menggunakan perahu. Tim berhasil memasang jaring pada cabang sungai dengan kedalaman sekitar 2 meter.

Usai pemasangan jaring, tim kata Agus Budi melakukan penyisiran terhadap keberadaan buaya muara hingga ke hulu cabang sungai.

Namun saat melakukan penyisiran saat itu, tim belum menemukan keberadaan buaya karena saat itu air sungai tidak surut.

Untuk itu, tim memutuskan untuk meninggalkan lokasi dan terus berkomunikasi dengan Balawisata Gianyar dan kepala Dusun Lebih untuk informasi dan tindakan selanjutnya.

Bahkan pencarian buaya lanjutan oleh tim dalam beberapa hari berikutnya juga belum membuahkan hasil karena air sungai masih deras.

“Secara rutin tim BKSDA Bali bersama balawista telah melakukan monitoring di lokasi pemasangan jaring dan titik dipasang umpan dan kandang perangkap buaya muara,”terang Agus Budi.

Akhirnya setelah seminggu, atau tepatnya Kamis, (15/7) hari ini, tim menerima informasi dari masyarakat perihal buaya muara yang terkena jaring di Tukad Sangsang.

“Pukul 12.00 Wita tim BKSDA Bali tiba di Tukad Sangsang dan menemukan buaya muara dalam keadaan sudah mati karena tersangkut jaring yang dipasang di cabang sungai dan airnya dalam keadaan surut,” ujar Agus Santoso.

Apakah ada luka-luka pada tubuh buaya?

“Setelah melakukan pengecekan, secara fisik tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dapat disimpulkan bahwa matinya buaya muara karena tidak dapat terlepas dari jeratan jaring,” terang Agus Budi.

Selanjutnya bersama dengan aparat desa, personil Polsek Gianyar, dan masyarakat secara bergotong royong melakukan penguburan buaya muara di tepi Tukad Sangsang.

(rb/ara/pra/JPR)

 TOP