alexametrics
Sabtu, 31 Jul 2021
radarbali
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Kompetisi Tak Jelas, Brwa Nouri Putuskan Balik ke Swedia

16 Juli 2021, 00: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Brwa Hekmat Nouri, Bali United, PPKM, pemain asing, kepastian kompetisi, Liga, pulang ke swedia,

Gelandang bertahan Bali United Brwa Hekmat Nouri dikabarkan segera menyelesaikan masa peminjaman dari klub penghuni Iraqi Premier League, Zakho FC. (Alit Binawan)

Share this      

DENPASAR-Rasa jenuh dan lelah tak hanya dirasakan para pesepak bola tanah air.

Melainkan, perasaan yang sama juga dirasakan bagi para pemain asing. Akibat dampak pandemi Covid-19 yang berkepanjangan dan menyebabkan ketidakpastian kompetisi, membuat para pemain asing yang sebelumnya memilih merumput di tanah air mulai dihantui rasa bosan.

Salah satunya seperti yang dirasakan gelandang bertahan Bali United Brwa Hekmat Nouri.

Baca juga: Bupati dan Wabup Jembrana Bagikan Paket Beras ke Pedagang Kecil

Pemain asing berusia 34 tahun itu, mengaku sangat lelah dengan keadaan seperti ini.

15 bulan lebih tanpa kompetisi membuatnya dirinya merasa jenuh dengan persepakbolaan Indonesia.

“Benar-benar lelah,” terang Nouri saat diwawancarai Kamis (15/7).

Bahkan kata dia, jika ada kesempatan, dirinya bakal memilih kembali ke Swedia.

 “Pasti mereka (pemerintah) akan memperpanjang (PPKM Darurat Jawa-Bali). Tapi saya tidak tahu juga. Jika ada kesempatan, saya sudah membuat keputusan. 100 persen saya akan kembali ke Swedia agar kondisi saya tetap bugar dan bisa berlatih normal,” terangnya.

Nouri menjadi salah satu pemain asing yang selalu bersuara lantang terkait kebijakan yang dilakukan Indonesia, terutama untuk dunia sepak bola.

Tahun lalu, dia sempat menyatakan kekesalannya melalui unggahan di akun Instagram pribadi miliknya karena Liga 1 2020 yang tidak berjalan di saat negara lain sudah memulai liga kembali.

 “Di saat kami menjelaskan kesedihan dan kemarahan sebagai pesepak bola, di satu sisi ada sekelompok orang yang tidak mengizinkan kami bermain selama 15 bulan ketika di seluruh dunia, sepak bola kembali berjalan.

Lihat kasus Covid-19 di negara lain lebih buruk dibandingkan dengan Indonesia. Jadi jelas tidak ada hubungannya Liga 1 dengan Covid-19,” jelas Nouri geram.

Saat ini, kata Nouri, apa yang terjadi sekarang seperti sebuah lelucon.

Bahkan Nouri sampai menghitung berapa kali PSSI, PT LIB, dan semua pihak yang terlibat untuk menyelenggarakan Liga 1 bertemu untuk membahas kapan kompetisi dimulai.

“Kami lakukan swab test setiap minggu. Saya sudah tidak punya kata-kata untuk hal ini. Ini lelucon. Berapa kali mereka mengatakan liga akan dimulai? Saya pikir lebih dari tujuh kali mereka menetapkan tanggal lalu kemudian menundanya kembali,” ujarnya.

Nouri pun menilai, jika kompetisi memang benar-benar tidak diinginkan.

“Mereka tidak ingin kami bermain. Situasinya sangat buruk dan mereka sudah kelewat batas. Mereka tidak mengerti bagaimana kami terluka. Tentu saja semua orang harus sehat dan itu yang paling penting. Tapi yang penting adalah bagaimana cara negara lain membuat kompetisi mereka berhasil?,” tukas Naori. 

(rb/lit/pra/JPR)

 TOP