alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Metro Denpasar
icon featured
Metro Denpasar

Badung akan Gelontor Bansos PPKM Darurat, Bagaimana Nasib “Mang Adi”?

16 Juli 2021, 07: 56: 32 WIB | editor : Yoyo Raharyo

BLT, bansos, PPKM darurat, Badung, Nyoman Giri Prasta, Mang Adi,

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta (DOK RADAR BALI)

Share this      

MANGUPURA – Mang Adi, tokoh rekaan dalam cerita Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta sempat naik daun belakangan ini. Ada warganet yang menyebut bercerai. Sebagian lagi menyebut dia batal menikah dengan tunangannya dari Buleleng, dan pindah ke Jembrana karena Pemkab Jembrana memberikan bansos PPKM.

Siapa Mang Adi? Dalam salah satu kegiatan, Bupati Giri Pastra sempat membuat cerita dengan tokoh khayalan bernama Mang Adi. Diceritakan, Mang Adi berasal dari Badung. Tidak terlalu ganteng.

Mang Adi, kata Giri Prasta, punya cewek yang ingin dipacari dari Buleleng. Namun ia harus bersaing dengan pemuda dari Kabupaten Bangli. Bedanya, saingannya itu lebih tampan.

Baca juga: Pelaku Curanmor Milik WN Rusia Ditangkap di Terminal Ubung

Namun, cewek itu akhirnya lebih memilih Mang Adi. Mengapa? Karena Mang Adi berasal dari Kabupaten Badung yang banyak program perlindungan sosial bagi warga Badung. Istilah Giri Prasta, ditanggung dari lahir, sekolah, sampai mati. Bahkan, kalau sakit, selain gratis juga dapat bantuan bagi penunggu pasien.

Kini, di masa pandemi Covid-19 ini, satu per satu program perlindungan sosial itu macet. Kekurangan dana. Pasalnya, keuangan Pemkab Badung yang bersumber dari sektor pariwisata digulung pandemi. Ini menyusul ditutupkan penerbangan internasional. Padahal, selama ini, kunjungan wisatawan asing menjadi andalan pariwisata Badung.

Bahkan, di media sosial, seperti grup-grup Facebook, sejumlah warga pun menyinggung bagaimana nasib Mang Adi di tengah kondisi ekonomi Badung seperti ini. Ada yang menyebut bercerai (bila sudah nikah), ada pula yang menyebut batal nikah karena tunangannya pindah ke lain orang di daerah lain. Ada yang menyebut tunangannya memilih warga Jembrana, karena Pemkab Jembrana anggarkan bansos saat PPKM darurat.  

Mang Adi juga disinggung di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Sebelumnya, Pemkab Badung mengindikasikan tidak akan memberikan bansos untuk PPKM darurat.

Namun, salah satu berita bahwa Jembrana, kabupaten kecil dengan pendapatan kecil pula justru bersiap menggelontorkan bansos PPKM darurat, Pemkab Badung pun berubah pikiran.

Akhirnya, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyatakan bahwa pihaknya akan menggelontorkan bansos berupa bantuan langsung tunai (BLT) untuk warga yang membutuhkan selama PPKM darurat ini.

Karena keuangan Badung kocar-kacir, Bupati Giri siap untuk memotong Uang Persediaan (UP) dan Operasional Bupati. Hal itu dilontarkan oleh Bupati Giri Prasta usai melaksanakan rapat paripurna di DPRD Badung, Kamis (15/7).

“Kami tidak mau memberikan sembako. Jika memberikan sembako akan menjadi kerumunan. Saya akan perintahkan nanti kepada kelian banjar dinas, kepala lingkungan, beserta dengan lurah dan camat untuk memastikan uang ini nanti dibawakan ke rumah-rumah agar tidak terjadi kerumunan, “ terang Giri Prasta.

Mengenai anggaran, Bupati Giri Prasta mengakui  inilah kemampuan dan kepiawaian seorang pemimpin dalam melakukan refocusing anggaran di dalam situasi pandemi covid-19 ini.

“Jujur saya katakan sampai UP saya dipotong tidak masalah, termasuk operasional kami  juga dipangkas juga tidak masalah dan itu sudah dilakukan,” beber Ketua DPC PDIP Badung ini.

Kata dia,  dalam refocusing anggaran ini, ia juga membuat dana untuk bantuan tidak terduga yang nantinya dialokasikan untuk rumah sakit dan untuk bantuan langsung tunai dengan nominal bisa mencapai Rp300-600 ribu per orang.

“Mudah mudahan kita bisa lakukan dengan baik. Untuk yang mendapatkannya nanti mereka yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat,” ujar Bupati Badung dua periode ini.

(rb/dwi/yor/JPR)

 TOP