alexametrics
Rabu, 04 Aug 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Heboh Mayat Wanita Mengapung, Diduga Kuat Korban Bunuh Diri

17 Juli 2021, 21: 45: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

mayat wanita mengapung, Polres Klungkung, Polsek Nusa Penida, korban bunuh diri, heboh temuan mayat,

Petugas dan warga saat mengevakuasi jasad korban Ni Ketut Dehik alias Men Sudika (Istimewa)

Share this      

SEMARAPURA-Warga Banjar Kutapang Kangin, Desa Batununggul, Sabtu (17/7) sekitar pukul 10.10 WITA dibuat geger.

Heboh warga ini, menyusul dengan meninggalnya Ni Ketut Dehik alias Men Sudika, 78, warga asal Banjar Batumulapan Kangin, Desa Batununggul, Kecamatan Nusa Penida.

Bikin geger karena jasad wanita tua ini ditemukan mengambang di pesisir pantai. Bahkan, warga menduga, korban tewas dalam kondisi tidak wajar alias bunuh diri.

Baca juga: Bangkitkan Potensi Inovasi Mahasiswa, BRI Gelar Creation Scholarship

Kasubbag Humas Polres Klungkung, AKP I Putu Gede Ardana saat dikonfirmasi menyatakan, jasad Dehik pertama kali ditemukan mengambang di pinggir laut oleh Saksi Made Kelodan, 70, nelayan setempat.

Saat itu, kata AKP Gede Ardana, saksi awalnya hendak mengecek kondisi perahu miliknya. Namun saat mendekati jukung, saksi melihat ada mayat perempuan mengapung.

Melihat ada sosok mayat mengapung, Saksi Kelodan kemudian memanggil Putu Sukasna yang juga seorang nelayan untuk memastikan temuan mayat itu.

“Setelah memastikan yang mereka temukan benar-benar mayat, Sukasna kemudian memanggil warga di sekitar TKP untuk membantu memindahkan mayat ke pantai dan meminta orang untuk menghubungi pihak kepolisian. Jenazah kemudian dibawa menuju RS Gema Santi,” terangnya.

Setibanya jenazah di RS Gema Santi Nusa Penida, Made Muder, 69 warga Banjar Batumulapan Kangin datang untuk melihat jenazah lantaran sang istri tidak kunjung pulang sejak pagi hari.

Benar saja, ternyata mayat yang ditemukan nelayan mengambang di laut adalah istrinya, yakni Ni Ketut Dehik.

“Saat diinterogasi, Muder mengungkapkan bahwa istrinya itu kerap mengeluh sakit pada dada dan sering batuk. Beberapa bulan ini, korban merasa sangat tersiksa dengan penyakitnya itu,” bebernya.

Hingga pada Jumat (16/7) sekitar pukul 20.00, korban sempat mengatakan kepada suaminya bahwa dirinya sudah tidak kuat dan frustrasi dengan penyakitnya dan ingin bunuh diri.

Muder pun berusaha menenangkan korban. Adapun kemarin sekitar pukul 08.00, korban yang pada saat itu sedang memberi makan ternak meminta izin pulang lebih dulu ke rumah untuk memasak.

“Suami korban mengizinkannya. Dan korban berjalan sendiri pulang ke rumahnya,”jelas AKP Gede Ardana.

Selang beberapa jam, Muder menyusul korban ke rumah. Namun korban tidak ada di rumah sehingga suami korban mencoba mencari korban.

Hanya saja, Muder tidak kunjung menemukan istrinya. Sampai akhirnya suami korban mendengar informasi ada penemuan mayat di Pantai Banjar Kutapang Kangin dan telah dibawa ke RS Gema Santi Nusa Penida.

Sehingga atas informasi itu, suami korban langsung ke rumah sakit untuk melihat mayat tersebut. “Saat dilihat ternyata memang benar mayat tersebut adalah istri Muder,” jelasnya.

Lebih lanjut Ardana mengungkapkan tidak ada tanda-tanda kekerasan berdasarkan hasil pemeriksaan. Keluarga korban menolak untuk melakukan otopsi. “Jenazah sudah di serahkan kepada keluarga dengan berita acara serah terima jenazah,” tukas AKP Gede Ardana.

(rb/ayu/pra/JPR)

 TOP