alexametrics
Sabtu, 31 Jul 2021
radarbali
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Tak Boleh Buka, Toko Ponsel Jualan Online dan Janjikan Lebih Murah

18 Juli 2021, 12: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

toko ponsel, HP, PPKM darurat, jualan online, harga murah,

Toko ponsel di Jalan Teuku Umar Denpasar menutup usahanya. Mereka jualan secara online. (ADRIAN SUWANTO/ RADAR BALI)

Share this      

DENPASAR – Pemilik usaha nonesensial mesti cerdik menyiasati PPKM Darurat Jawa – Bali. Salah satu caranya yakni berjualan lewat online. Seperti yang dilakukan banyak toko telepon seluler (ponsel) di Jalan Teuku Umar.


Pantauan koran ini kemarin (17/7), bilangan Teuku Umar yang biasa berisik dengan dentuman musik dari gerai penjualan ponsel terlihat sepi. Tampak di depan toko-toko besar penjual ponsel dijaga sekuriti. Sedangkan pintunya tertutup. Di bagian kaca tertulis melayani penjualan melalui marketplace atau toko jual beli online.

Baca juga: Kambing Kurban di Denpasar Sepi Pembeli, Dulu Jual 150 Ekor, Kini...

“Barang kami bisa dibeli secara online di toko online. Bisa juga lewat WhatsApp (WA), pembeli bisa janjian dan bisa COD (Cash On Delivery) atau pembayaran di tempat,” ujar salah seorang penjaga toko.

Menurut penjaga toko tersebut, membeli secara online bisa mendapatkan harga lebih murah. Namun, pembeli tidak bisa mendapatkan layanan aplikasi gratis dan berbagai penjelasan operasional ponsel.

“Kalau beli langsung kami bisa bantu unboxing dan men-download aplikasi,” tukasnya.

Di sisi lain, kemarin merupakan hari keempat belas PPKM Darurat Jawa – Bali diterapkan. Meski sudah dua pekan dilaksanakan, faktanya angka penularan di Bali semakin tak terkendali.

Bahkan, mencatatkan rekor baru dengan angka tambahan positif 1.019 kasus. Dengan tambahan tersebut, jumlah pasien positif menjadi 60.235 orang (59.980 WNI dan 255 WNA).

Sementara pasien sembuh bertambah 529 orang, sehingga total menjadi 51.834 orang (51.610 WNI dan 224 WNA). Yang menyedihkan adalah jumlah pasien meninggal dunia bertambah 23 orang orang, sehingga menjadi 1.749 Orang (1.743 WNI dan 6 WNA). Sementara pasien dalam perawatan menjadi 6.652 Orang (WNI 6.627 dan WNA 25).

(rb/san/yor/JPR)

 TOP