alexametrics
Kamis, 05 Aug 2021
radarbali
Home > Features
icon featured
Features
Aksi Warga Buleleng Hadapi Pagebluk Corona

Urun Daya, Bagikan Nasi untuk Warga yang Jalani Isoman dan Karantina

20 Juli 2021, 03: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

pagebluk Corona, isoman, karantina, bagi nasi, urun daya, TNI-Polri, bantu warga terdampak, terdampak Covid-19,

Tim dari koperasi pangan bali utara membagikan makanan pada warga yang jalani isolasi mandiri (Eka Prasetya)

Share this      

WARGA di Kabupaten Buleleng terus bahu membahu dan bergotong royong saling menguatkan pada masa pagebluk corona.

Para pegiat di Koperasi Pangan Bali Utara (Kopabara) memilih menyalurkan konsumsi sehat pada warga yang menjalani isolasi mandiri.

 

Baca juga: Distan Siapkan RPH, Penyembelihan Hewan Kurban Digelar Usai Idul Adha

EKA PRASETYA, Buleleng

SEJUMLAH pria terlihat membawa keranjang anyaman bambu. Mereka bergerak menyusuri gang kecil di wilayah Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng.

Bersama aparat desa, mereka mendatangi sejumlah rumah. Di bagian depan rumah itu, terpasang sebuah spanduk berwarna merah. Tanda sang penghuni tengah menjalani isolasi mandiri.

Pria-pria itu lantas menyerahkan satu kantong plastik yang di dalamnya terdapat beberapa bungkus nasi.

Nasi itu merupakan menu makan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri. Total ada 72 bungkus nasi yang didistribusikan pada 24 warga yang sedang jalani masa karantina.

Aksi itu merupakan bagian dari urun daya warga untuk saling menguatkan pada masa pagebluk korona.

Warga yang menjalani isolasi mandiri diberikan bantuan pangan berupa nasi jinggo dengan lauk babi hitam dan ayam kampung.

Semuanya dimasak tanpa mononatrium glutamat (MSG) alias penyedap makanan.

Bantuan itu diberikan pada 6 orang warga Desa Kubutambahan yang menjalani isolasi mandiri, serta 18 orang warga Desa Bungkulan yang juga menjalani masa karantina.

Ketua Koperasi Pangan Bali Utara, Dede Tobing Crysnanjaya mengatakan, program itu sengaja dilakukan untuk membantu warga yang menjalani isolasi mandiri. Khususnya warga yang kurang mampu.

Selama ini warga-warga itu hanya mengandalkan makan dari pendapatan harian. Kini saat harus menjalani karantina, praktis mereka kehilangan pendapatan. Hal itu berdampak pada kondisi ekonomi keluarga, sekaligus kondisi kesehatan anggota keluarga mereka.

“Sehingga kami berinisiatif membantu mereka dengan menyediakan makanan yang sehat. Jadi mereka tidak perlu khawatir dengan ketersediaan makan sehari-hari. Dengan makanan sehat ini, kami yakin kondisi mereka akan segera pulih,” ungkap Tobing.

Lebih lanjut Tobing mengungkapkan, ide itu sebenarnya tercetus secara sederhana. Awalnya salah satu anggota koperasi merintis usaha nasi jinggo pada masa pagebluk ini.

 Koperasi pun memberi tantangan mereka membuat menu makanan sehat, tanpa MSG. Setelah dianggap layak, menu makanan itu pun langsung didistribusikan pada warga yang menjalani karantina.

“Kami juga ingin membantu pihak desa juga. Kami sadar betul sekarang desa sudah mulai kesulitan pendanaan. Jumlah yang isolasi mandiri makin banyak, sedangkan dana terbatas. Kami berusaha membantu dengan sumber daya dan kemampuan yang kami miliki,” demikian Tobing. (*)

(rb/eps/pra/JPR)

 TOP