alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Pasien Covid Gejala Berat Membludak, RS di Buleleng Mulai Kewalahan

Belasan Pasien Covid-19 Terpaksa Antre di IGD

21 Juli 2021, 04: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

pasien Covid-19, kasus covid-19, gejala berat, RSU Buleleng, Satgas Covid-19, hunian RS penuh, pasien Covid-19 antre,

Proses pemindahan pasien dalam pengawasan covid-19 di RSUD Buleleng (Istimewa)

Share this      

SINGARAJA– Tingkat hunian rumah sakit di Buleleng mengalami peningkatan yang tajam. Saat ini tingkat hunian rumah sakit mendekati angka 86 persen.

RSUD Buleleng bahkan kini kewalahan menampung pasien. Utamanya yang memiliki gejala berat.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Buleleng sebenarnya sebanyak 74 tempat tidur. Sebanyak 54 tempat diantaranya merupakan ruang isolasi biasa, sementara 20 lainnya merupakan ruang ICU bagi pasien Covid-19.

Baca juga: Oksigen di RSU Jembrana menipis, Ini Dampak Fatal Bagi Pasien Covid-19

Ternyata dengan kondisi itu, Selasa (20/7) kemarin, pasien Covid-19 dengan kondisi gejala sedang dan berat membludak.

Bahkan ada 18 orang yang harus mengantre di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Buleleng. Itu artinya hunian di RSUD Buleleng telah mencapai angka 120 persen.

“Memang tadi siang penuh. Malah ada dua orang yang harus dirawat di luar. Tapi sekarang sudah masuk semua. Masih antre di dalam (UGD),” ungkap salah seorang petugas di RSUD Buleleng.

Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Buleleng dr. I Ketut Gede Agus Budi Wirawan, Sp.KFR yang dihubungi pada Selasa (20/7) sore tak menampik hal tersebut. “Memang sekarang masih antre di UGD. Karena ruangannya sudah penuh,” kata Wawan_sapaan akrba I ketut Gede Agus Budi Wirawan.

Lebih lanjut, Wawan menambahkan, saat ini manajemen RSUD tengah melakukan langkah mitigasi.

Manajemen berencana menambah kapasitas tempat tidur. Kapasitas yang awalnya hanya 74 tempat tidur, kini menjadi 116 tempat tidur.

Hal yang paling mendesak justru penambahan kapasitas tempat tidur ruang ICU.

“Karena yang masuk ke kami itu sebagian besar gejala berat. Rencananya ICU di lantai dua ruang operasi, kami gunakan untuk ICU covid. Itu bisa ada tambahan 8-10 ruangan. Kami masih menunggu alat-alat. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah siap,” imbuh Wawan.

Sementara itu Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa tak menampik bila kondisi tingkat hunian rumah sakit di Buleleng telah melampaui batas aman.

Suyasa menyebut, saat ini rata-rata tingkat hunian rumah sakit di Buleleng mencapai 86 persen.

Suyasa meminta rumah sakit agar mengalihkan pasien-pasien asimtomatik dan simtomatik ringan ke lokasi karantina terpusat.

Sehingga pasien dengan gejala sedang dan berat, bisa mendapat perawatan yang layak.

“RSUD juga kami minta tambah ruangan. Kami minta sekitar 40 persen dari total kapasitas tempat tidur di sana, digunakan sebagai lokasi perawatan,” jelas Suyasa.

(rb/eps/pra/JPR)

 TOP