alexametrics
Kamis, 23 Sep 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dugaan Korupsi Pengadaan Rumbing Makepung

Terpapar Covid-19, Mantan Kadisparbud Dipindah dari Sel Tahanan Polsek

21 Juli 2021, 22: 32: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

korupsi pengadaan rumbing, mantan kadisbudpar ditahan, terpapar Covid-19, Kejari Jembrana, Kajari Triono Rahyudi, tersangka korupsi dibantar,

Kajari Jembrana Triono Rahyudi (Dok Radar Bali)

Share this      

NEGARA-Sempat diitip di sel tahanan Polsek Mendoyo, dua tersangka kasus korupsi pengadaan rumbing atau hiasan kepala kerbau makepung dibantar alias dipindah

Kedua tersangka itu, yakni Mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Nengah Alit dan tersangka I Ketut Kurnia Artawan.

Kedua tersangka dipindah dari sel tahanan polsek ke ruang isolasi RSU Negara karena terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: Airlangga: Idul Adha Momentum Berbagi, Solidaritas dan Gotong Royong

Sedangkan tersangka Ketut Kurnia Artawan dibantarkan ke tempat isolasi hotel Jimbarwana.

Kajari Jembrana Triono Rahyudi saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dua tersangka kasus dugaan korupsi rumbing atau hiasan kepala kerbau makepung penahanan masih dibantarkan.

"Tersangka NA, dibantarkan ke ruang isolasi RSU Negara karena memiliki gejala dan penyakit bawaan. Sedangkan tersangka satunya, KA, tanpa gejala," jelasnya, Rabu (21/7).

Karena dua tersangka ini masih menjalani isolasi, proses pelimpahan ke pengadilan tindak pidana korupsi Denpasar masih ditunda hingga dua tersangka dinyatakan sehat.

"Kami masih mau tanya dulu ke dokter yang menangani sebelum dilakukan proses persidangan," terangnya.

Menurut Triono Rahyudi, di tengah pandemi ini dalam melakukan proses hukum tidak hanya memperhatikan aspek hukum, tetapi juga aspek kesehatan yang harus diperhatikan.

Karena itu, dalam prosesnya harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar proses hukum tetap berjalan dan semua sehat.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana Nengah Alit ditahan Kejari Jembrana, Rabu (23/6) lalu. Alit ditahan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi pengadaan rumbing atau hiasan kepala kerbau makepung tahun anggaran 2018 dengan nilai kerugian negara mencapai Rp 200 juta.

Selain Alit, Kejari Jembrana juga menahan seorang wiraswasta yang diduga sebagai perantara kasus tersebut.

Dua tersangka diduga melakukan korupsi pengadaan rumbing anggaran dari dana alokasi umum (DAU) bantuan keuangan pajak hotel restoran (PHR) Kabupaten Badung tahun 2018.

Kedua tersangka memiliki peran berbeda dalam kasus korupsi ini. Tersangka Nengah Alit yang menjabat sebagai kepala dinas pariwisata dan kebudayaan yang melakukan pengadaan rumbing.

Sedangkan tersangka I Ketut Kurnia Artawan, pihak ketiga yang berperan sebagai perantara.

Pengadaan tidak sesuai dengan kontrak kerja.

Pengadaan rumbing tersebut anggarannya sebesar Rp 300 juta, akan tetapi pengadaan tidak sesuai dengan kontrak kerja. Anggaran tersebut semestinya digunakan untuk pengadaan barang, akan tetapi hanya melakukan perbaikan barang yang sudah ada. 

Kerugian negara dari tindak pidana korupsi tersebut sebesar 200 juta lebih. Karena berdasarkan pemeriksaan keuangan dari badan pengawasan keuangan dan pembangunan (BPKP), perbaikan rumbing hanya menghabiskan Rp 12 juta. Sedangkan dalam perjanjian kerja anggaran sebesar Rp 300 juta semestinya untuk pengadaan barang, bukan hanya perbaikan.

Dua orang tersangka diduga bersama sama melakukan tindak pidana korupsi sehingga dijerat dengan pasal 2 undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(rb/bas/pra/JPR)

 TOP