alexametrics
Rabu, 04 Aug 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Krisis Oksigen, Bali Hanya Terima Jatah 25 Ton Per Hari

Kapasitas Bed di RSUP Sanglah Mulai Penuh

21 Juli 2021, 23: 45: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

krisis oksigen, kapasitas bed, RSUP Sanglah Denpasar, jatah oksigen bali, oksigen liquid, kasus Covid-19 Bali, prokes,

Pengisian oksigen liquid di RSU Negara kemarin (M.Basir)

Share this      

DENPASAR-Menipisnya stok oksigen di sejumlah RS di Bali terus berlanjut.

Bahkan, di tengah krisis oksigen, melonjaknya kasus Covid-19 di Bali juga menyebabkan sejumlah RS kelimpungan.

Tak terkecuali di RSUP Sanglah Denpasar. Pasokan oksigen di RS rujukan terbesar di Bali dan Nusa Tenggara, ini juga mulai tidak normal bila dibandingkan dengan masa sebelum pandemi.

Baca juga: Sempat Diduga Korban Tewas Tabrak Truk Akibat Pemadaman LPJ

Seperti dibenarkan Direktur RSUP Sanglah, dr. I Wayan Sudana. Saat dikonfirmasi, Rabu (21/7), dr Sudana mengatakan jika setiap harinya, RSUP Sanglah Denpasar membutuhkan 8 ton oksigen.

“Kalau RSUP Sanglah tentunya kita rutin, karena memang sudah diatur suplay oleh satgas Provinsi Bali. Jadi sudah diatur. Kebutuhan kami itu 8 ton per hari, suplaynya ya lebih kurang segitu. Tadi kami mendapat 9 ton dan tentunya diisi dan tidak ada masalah,” ujar Sudana.

Dr Sudana mengungkapkan, setiap harinya memang ada dua truk tangki yang memuat oksigen berisi liquied cair dengan kapasitas 10 ton dan 15 ton yang berkelilig di seluruh Bali.

“Jadi truk tangki ini yang keliling ke semua rumah sakit di Bali, termasuk ke kami,” ungkap Sudana.

Selain ketersediaam oksigen yang pas-pasan, kondisi terkini, tempat tidur khusus pasien Covid-19 di RSUP Sanglah Denpasar juga hampir penuh.

Disebutkan, sesuai data yang dimiliki RS, tercatat dari total 223 tempat tidur baik ICU maupun non ICU, saat ini kondisinya sudah terisi 177 tempat tidur atau 79,4 persen.

Sedangkan untuk obat-obatan maupun APD, masih sangat aman hingga bulan depan.

Meski begitu, dengan masih tingginya kasus positif Covid-19 di Bali, dr Sudana pun mengingatkan agar masyarakat taat dan tertib menjalankan prototol kesehatan.

“Rumah sakit Sanglah merupakan hilirnya kasus Covid, tentu menerima yang sudah sakit. Yang paling penting adalah kita semua tetap sehat. Peranan di hulu sangatlah penting, untuk terbib dan displin mengikuti protokol kesehatan,” pungkas Sudana. 

(rb/ara/pra/JPR)

 TOP