alexametrics
Rabu, 04 Aug 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Sekda Bali Klaim SE Gubernur Tak Bertentangan Arahan Jokowi

22 Juli 2021, 00: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Sekda Bali, Dewa Made Indra, Inmendagri PPKM, SE Gubernur Bali, Jokowi

Sekda Bali Dewa Made Indra. (IST)

Share this      

DENPASAR – Sekda Bali Dewa Made Indra memberikan klarifikasi terkait SE Gubernur Bali Nomor 11 tahun 2021 tentang PPKM Level 3 yang disebut tidak sesuai arahan Presiden Joko Widodo pada Selasa (20/7) sebagaimana berita RadarBali.id berjudul "Jokowi Izinkan Makan di Tempat, Mendari dan Gubernur Bali Melarang" Rabu (21/7).

Dewa Indra meyakini, Inmendagri Nomor 22 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 Covid-19 Jawa dan Bali yang menjadi rujukan SE Gubernur Nomor 11 tahun 2021 tentang PPKM Level 3 sudah sesuai dengan arahan Presiden.

“Inmendagri No. 22 Tahun 2021 tentu tidak bertentangan dengan arahan Presiden, begitu juga dengan SE Gubernur Bali Nomor 11 Tahun 2021,” ujar Dewa Indra, Rabu (21/7)

Baca juga: Terpapar Covid-19, Mantan Kadisparbud Dipindah dari Sel Tahanan Polsek

Dewa Indra membantah ketentuan boleh makan di tempat dengan maksimal 30 menit berlaku mulai 21 Juli 2021 sebagaimana berita RadarBali.id tersebut. Bagi Dewa Indra, pidato Presiden Joko Widodo yang memperbolehkan warga untuk makan di tempat asalkan diberi waktu maksimal selama 30 menit itu berlaku setelah tanggal 25 Juli.

“Ini perlu diluruskan. Yang benar adalah arahan presiden itu untuk setelah 25 Juli. Sedangkan tanggal 21 sampai 25 Juli masih berlaku sama dengan PPKM Darurat sebelumnya,” katanya.

Dalam pidato tanggal 20 Juli 2021, Presiden Joko Widodo menyebutkan pemerintah memutuskan untuk melanjutkan pelaksanaan PPKM sampai tanggal 25 Juli 2021.

“Namun kita selalu memantau, memahami dinamika di lapangan, dan mendengar suara-suara masyarakat terdampak PPKM. Karena itu, jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021, pemerintah akan melakukan pembukaan bertahap,” kata Presiden Jokowi.

Pembukaan secara bertahap inilah menurut Dewa Indra yang disebutkan salah satunya memperbolehkan makan di tempat selama 30 menit.

Meski Dewa Indra membantah ada perbedaan antara pidato arahan Jokowi dengan Inmendagri 22/2021 dan SE Gubernur Bali Nomor 11 tahun 2021, pidato Presiden Jokowi tak menyebutkan tegas tahapan tersebut.

Berikut arahan Jokowi yang disiarkan melalui Youtube Sekretariat Presiden:

Namun kita selalu memantau, memahami dinamika di lapangan, dan mendengar suara-suara masyarakat terdampak PPKM…

Karena itu, jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021, pemerintah akan melakukan pembukaan bertahap.

Pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari, diizinkan dibuka sampai pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50%.

Pasar tradisional, selain yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari, diizinkan dibuka sampai dengan pukul 15.00 dengan kapasitas maksimal 50%, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat yang pengaturannya ditetapkan oleh Pemerintah Daerah;

Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha kecil lain yang sejenis, diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 yang pengaturan teknisnya diatur oleh Pemerintah Daerah.

Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 30 menit.

Sedangkan kegiatan yang lain pada sektor esensial dan kritikal, baik di pemerintahan maupun swasta, serta terkait dengan protokol perjalanan, akan dijelaskan terpisah.

Dalam pernyataan Jokowi yang ditangkap Radarbali.id terlihat jelas bahwa waktu maksimum untuk makan di tempat selama 30 menit itu tidak terpisah dari kalimat di depannya, yakni diizinkan buka dengan protokol Kesehatan ketat sampai Pukul 21.00, yakni dengan adanya kata penghubung "dan". Artinya, pemberian izin buka sampai Pukul 21.00 juga diikuti dengan diizinkannya makan di tempat maksimum 30 menit. Arahan Jokowi tidak ada menyebutkan tahapan pada tanggal 21 Juli hanya perubahan waktu operasional, kemudian tanggal 26 Juli diizinkan makan di tempat maksimum 30 menit.

Apalagi, dalam SE Gubernur Nomor 11 tahun 2021 sendiri sudah tidak sama lagi dengan ketentuan PPKM darurat sebelumnya terutama “warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya” diizinkan buka dengan prokes ketat sampai Pukul 21.00. Sebab, dalam aturan PPKM darurat sebelumnya hanya diizinkan buka sampai Pukul 20.00 Wita. Itu menandakan SE Gubernur dan Inmendagri mengadopsi ketentuan sebagaimana arahan Jokowi soal buka sampai Pukul 21.00, namun menanggalkan ketentuan sebagaimana arahan Jokowi soal diizinkan makan di tempat maksimum 30 menit.

(rb/ara/yor/JPR)

 TOP