alexametrics
Kamis, 05 Aug 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Buntut Rencana Gelaran Bali Boxing Day III

Pertina Bali Akhirnya Adukan Yayasan Pino Bahari ke Polda Bali

22 Juli 2021, 01: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Bali Boxing Day, Pertina Bali, YPBI, Yayasan Pino Bahari, Polda Bali, sport tourism,

Penyelenggara BBD III . (Dok Radar Bali)

Share this      

DENPASAR – Langkah hukum akhirnya ditempuh Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Nasional (Pengprov Pertina) Bali terkait rencana gelaran Bali Boxing Day III.

Setelah sempat menyatakan tak mau bertanggungjawab terkait gelaran ini, terbaru pihak Pengprov Pertina Bali kembali mengambil keputusan dengan mengadukan Yayasan Pino Bahari Indonesia (YPBI) ke Polda Bali.

Pengaduan Yayasan Pino Bahari Indonesia (YPBI) ke Polda Bali, ini  berdasarkan Tanda Bukti Laporan Pengaduan Masyarakat No. REG / Dumas /495/ VII/2021/ SPKT/ Polda Bali, pada Kamis 15 Juli 2021, sekitar pukul 12.16 WITA.

Baca juga: Sekda Bali Klaim SE Gubernur Tak Bertentangan Arahan Jokowi

Poin pengaduan, karena Pengprov Pertina Bali menduga, bahwa ada unsur tindak pidana tentang penyelenggaraan event tanpa izin yang dilakukan pihak yayasan terhadap event Sport Tourism Bali Boxing Day (BBD) III yang digelar pada 13 Agustus 2021 mendatang itu.

Terkait pengaduan, Kabid Humas Polda Bali Kombespol Syamsi saat dikonfirmasi mengaku belum menerima informasi. "Saya cek dulu," terang Kombes Syamsi.

Sementara itu, Koordinator Tim Legal Hukum Pertina Bali I Gusti Putu Yudhi Sanjaya yang juga sebagai pelapor menyatakan, pengaduan yang dilakukan Pengprov Pertina Bali terhadap YPBI merupakan hasil rapat dari pengurus Pertina Bali.

"Ya kami memutuskan untuk melakukan pengaduan di Polda Bali. Sebab BBD I, dan BBD II sudah terlaksana. Sedangkan nantinya BBD III, sejauh ini tidak ada rekomendasi dari Pertina Bali Bali sesuai UU," tegas Yudhi Sanjaya.

Lebih lanjut, Yudhi menambahkan, ada sejumlah poin alasan pengaduan Pertina Bali terhadap YPBI.

Sejumlah poin itu diantaranya, selain terkait aturan atau regulasi, event Sport Tourism Bali Boxing Day (BBD) I dan II sudah pernah digelar.

“Ada atlet yang cedera dan beberapa hal lain yang tidak diketahui oleh Pertina Bali sebagai induk organisasi olahraga tinju amatir di Bali,”ungkap Yudhi Sanjaya.

Selain itu, terkait event ini, YPBI selaku penyelenggara juga tidak pernah menjalin komunikasi dengan pihak Pertina Bali

“Termasuk pula sponsor," tegas I Gusti Putu Yudhi Sanjaya.

Padahal, imbuh Yudhi, jika mengacu dari aturan organisasi, sebuah event harus digelar dengan berbagai banyak pertimbangan, mulai dari regulasi, keamanan dan keselematan atlet.


"Kan enak  kalau mau pakai wasit Pertina Bali yang sudah bersetifikasi. Atlet juga sudah bagu-bagus jadi ngak sembarang kalau mau di atur. Itu aja poinnya," tutup  Koordinator Tim Legal Hukum Pertina Bali I Gusti Putu Yudhi Sanjaya.

Sementara dikonfirmasi terpisah,  Ketua tim legal Yayasan Pino Bahari Indonesia, Ida I Dewa Ayu Dwi Yanti menanggapi dengan santai.

Katanya, pihaknya tidak ada urusan dengan Pertina Bali. "Oiyaa kok kami tidak tahu bawah ada laporan itu. Bagi kami, ketika ketua Pertina pusat mengarahkan kami untuk mengirim surat pemberitahuan ke Pertina Bali dan tembusan ke pengurus pusat maka kami menganggap salah paham ini sudah selesai.

Nah, kalo ada laporan kami merasa kasihan atas ketidakpahaman pelapor," tukas Ida I Dewa Ayu Dwi Yanti. 

(rb/dre/pra/JPR)

 TOP