alexametrics
Kamis, 05 Aug 2021
radarbali
Home > Features
icon featured
Features
Balada Warga Buleleng di saat PPKM Darurat

Dari Kibarkan Bendera Putih hingga Berburu Pembagian Sembako

22 Juli 2021, 08: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

PPKM darurat, Buleleng, kibarkan bendera putih, berburu sembako,

Relawan Buleleng Social Community mendistribusikan paket sembako pada warga yang mengibarkan bendera putih (Buleleng Social Community for Radar Bali)

Share this      

Masa pagebluk Covid-19 memukul telak kondisi perekonomian warga. Selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, warga berjuang hanya demi mendapatkan beras. Bahkan beberapa di antaranya harus mengibarkan bendera putih.

 

EKA PRASETYA, Singaraja

Baca juga: Satroni Showroom Mokas, Pencuri Bawa Kabur Lima Ekor Burung

 

NYOMAN Margi, 65, benar-benar kebingungan. Ia kesulitan mendapat sembako. Berjualan pun sulit. Masa PPKM darurat memaksa warga mengencangkan ikat pinggang.

Lansia asal Desa Bengkel itu kemudian mendapat kabar dari warga setempat. Ia dianjurkan mengibarkan bendera putih di depan rumah. Bendera itu sebagai tanda bagi relawan, bahwa ada warga yang membutuhkan.

Margi pun mengibarkan bendera itu. Dalam waktu beberapa hari, relawan dari komunitas Buleleng Social Community (BSC) pun datang. Memberikan paket sembako bagi wanita itu. Setidaknya cukup untuk beberapa hari mendatang.

Sejak awal Juli lalu, kondisi ekonomi warga makin karut marut. Banyak yang kehilangan pekerjaan. Berjualan pun sulit. Warga saling mengencangkan ikat pinggang, sehingga membatasi pengeluaran. Dampaknya ekonomi melambat, sejumlah warga pun kelaparan.

Sejumlah komunitas sosial pun bergerak memberi bantuan. Salah satunya BSC. Komunitas ini menyerahkan paket sembako pada warga-warga yang mengibarkan bendera putih. Paket sembako itu berisi beras, mi instan, minyak goreng, telur, dan kecap.

Ketua BSC Eka Tirtayana mengatakan, aksi solidaritas kibar bendera putih itu dimulai sejak Sabtu (17/7) lalu. Saat awal dibuka, BSC langsung menerima 50 permintaan distribusi sembako. Namun tak seluruhnya langsung diberikan sembako.

Eka menjelaskan, pihak yang mengusulkan awalnya memotret kondisi rumah mereka. Selanjutnya relawan melakukan verifikasi. Apabila dianggap layak, mereka langsung diberikan sembako.

“Saat hari pertama, ada 22 paket yang didistribusikan. Sekarang sudah seratusan lebih. Jadi program ini sedang berjalan,” kata Eka.

Menurutnya pada masa pagebluk korona ini, banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Mereka pun kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mencari pinjaman pun sulit.

Sehingga pihaknya berusaha memfasilitasi kebutuhan pangan warga. Langkah warga mengibarkan bendera putih juga memudahkan upaya relawan melakukan identifikasi dan verifikasi.

Selain membagikan sembako, BSC juga melakukan sejumlah aksi sosial lain. Seperti membagikan sayur mayur pada warga yang membutuhkan. Termasuk membagikan nasi bungkus.

Kegiatan pembagian nasi bungkus juga rutin dilakukan tiap hari di wilayah Singaraja dan Seririt. Dalam sehari setidaknya ada 100 porsi nasi bungkus yang didistribusikan pada warga.

“Semuanya sumbangan dari donatur dan relawan kami. Ada yang menyumbang uang tunai, sembako, dan bantuan lainnya. Kami berupaya memfasilitasi semampu kami, agar yang membutuhkan bisa terlayani sebaik mungkin,” ujarnya.

Di sisi lain, pantauan Jawa Pos Radar Bali, sejumlah warga juga berupaya mendatangi beberapa titik lokasi distribusi bantuan. Seperti di Polres Buleleng dan Taman Kota Singaraja. Di Taman Kota Singaraja, sejumlah relawan membagikan nasi bungkus pada warga yang membutuhkan.

Sementara personel Polres Buleleng dikerahkan mendistribusikan paket sembako pada warga. Dalam sehari, kepolisian mendistribusikan setidaknya 50 paket sembako pada warga.

“Kami minta Bhabinkamtibmas mengecek. Agar sembako yang disalurkan ini akurat dan tidak salah sasaran,” kata Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa.

Sejumlah warga lain juga mendatangi Markas Kodim 1609/Buleleng. Sebagian besar merupakan warga yang tinggal di sekitar kodim. Mereka menanti bantuan yang rencananya didistribusikan siang kemarin.

Sebenarnya kodim hanya menyiapkan 580 kilogram beras dan tambahan minyak goreng. Sedianya bantuan itu didistribusikan pada warga melakukan Koramil. Namun siang kemarin sejumlah warga mendatangi makodim.

Alhasil Komandan Kodim 1609/Buleleng Letkol Inf Windra Lisrianto meminta personelnya mencari tambahan sembako.

“Karena tadi sudah kumpul, ada yang datang langsung ke mako, jadi kami berikan saja. Untuk koramil, silahkan distribusikan. Untuk yang tadi langsung datang ke mako, kami berikan 5 kilogram beras dan 1 liter minyak goreng,” kata Windra.

(rb/eps/yor/JPR)

 TOP