alexametrics
Kamis, 05 Aug 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Warga Rusia yang Diduga Sengaja Sebarkan Covid-19 di Bali Dideportasi

22 Juli 2021, 10: 32: 03 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Warga Rusia, Anzgelika Naumenok, sebarkan Covid-19, Bali, dideportasi,

Warga Rusia, Anzgelika Naumenok saat dideportasi dari Bali. (IST)

Share this      

DENPASAR - Setelah sempat diduga sengaja menyebarkan virus covid-19, WNA Rusia, Anzgelika Naumenok akhirnya dideportasi  dari Bali pada Rabu (21/7/2021). 

Pendeportasian ini dilakukan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai setelah mendapatkan surat Rekomendasi dari Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi  Bali Nomor: 180/7289/SET/SATPOL.PP tanggal 9 Juli 2021.

Wanita kelahiran 18 Oktober 1988 itu telah melakukan pelanggaran Peraturan Gubernur Bali Nomor 10 Tahun 2021 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan  Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya  Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru. 

Baca juga: Aksi Sosial FK Unud Kumpulkan 39 Kantong Darah 

"Pada tanggal 4 Juli 2021, yang bersangkutan ini dinyatakan positif covid-19 sesuai hasil test swab PCR yang dilakukan di Rumah Sakit Univesitas Udayana, Jimbaran, Badung. Namun yang bersangkutan menolak untuk melaksanakan isolasi mandiri dan dengan sengaja tetap melakukan aktivitas, bertemu  dengan banyak orang tanpa menggunakan masker. Hal tersebut secara nyata telah melanggar protokol kesehatan sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 10 Tahun 2021," terang Kepala Kantor Kemenkumham RI Bali, Jamaruli Manihuruk Kamis (22/7/2021).

Karena dinyatakan positif namun tak mau melaksakan isolasi, Satpol PP Kabupaten  Badung menjemput Anzgelika Naumenok  secara paksa di salah satu lokasi di Kuta  Utara dan ditempatkan di salah atau hotel  untuk isolasi.

Sedangkan paspornya ditahan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI  Ngurah Rai. Setelah beberapa hari  melakukan isolasi, dan sesuai hasil test  swab PCR yang dikeluarkan oleh Dinas  Kesehatan UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali pada tanggal 15 Juli 2021, dia lalu dinyatakan negatif covid.

Setelah dinyatakan negatif, pelaku lalu dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai untuk dilakukan pemeriksaan.

"Petugas Kantor Imigrasi Ngurah Rai telah melakukan pemeriksaan dan diketahui yang bersangkutan datang ke Indonesia pada Bulan Februari Tahun 2020 dengan izin tinggal kunjungan berlaku hingga 10 Juli 2021 dan telah memiliki e-Visa yang berlaku hingga 6 Agustus 2021," ujar Jamaruli. 

Lalu, sesuai dengan Surat Rekomendasi Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali Nomor: 180/7289/SET/SATPOL.PP dan hasil pemeriksaan oleh petugas Imigrasi  Ngurah Rai yang bersangkutan dikenakan tindakan administrasi keimigrasian yaitu dideportasi dari wilayah Indonesia sesuai dengan Pasal 75 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Dalam aturan itu disebutkan, setiap orang asing yang berada di Wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Atas dasar ketentuan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bali memerintahkan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai untuk melakukan pendeportasian kepada Anzhelika Naumenok pada Rabu (21/7/2021).

Anzhelika diterbangkan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan menggunakan maskapai Citilink QG-691 Pukul 14.40 WITA. 

Selanjutnya dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Moskow, Rusia dengan penerbangan Turkish Airlines pada Pukul 21.05 WIB.

Dikatakan Jamaruli bahwa pihaknya akan selalu memantau keberadaan orang asing di Bali. Termasuk selama pandemi ini, orang asing wajib menaati aturan pemerintah dan protokol kesehatan. Selalu menerapkan 5M dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi interaksi dan mobilisasi.

"Penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia khususnya Imigrasi yang ada pada jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bali terus melakukan pemantauan dan pengawasan orang asing yang masih berada di Bali bersinergi dengan instansi terkait. Kami juga memantau WNA yang diduga melanggar Prokes," tandasnya.

(rb/mar/yor/JPR)

 TOP