alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Metro Denpasar
icon featured
Metro Denpasar

SE Gubernur Tegaskan Seluruh Bali PPKM Level 4, Tapi Lebih Longgar

26 Juli 2021, 16: 29: 55 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Gubernur Bali, SE Gubernur Bali, PPKM Level 4, lebih longgar,

Sidak PPKM Level 3 di Tabanan beberapa hari lalu. Kini baru PPKM Level 4. (JULIADI/ RADAR BALI)

Share this      

DENPASAR - Ada yang berbeda antara perintah Presiden Jokowi dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2021  tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 dan Level 3 Corona Disease 2019 di Wilayah  Jawa dan Bali dengan Surat Edaran Gubernur Bali.

Itu sebagaimana Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 12 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Covid-19 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru Di Provinsi Bali.  

Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri RI Nomor 24 Tahun 2021 ditentukan bahwa Wilayah Bali dan Kabupaten/Kota se- Bali dengan kriteria: a. Level 3 di Kabupaten Jembrana, Kabupaten Bangli, dan Kabupaten Karangasem; 

Baca juga: Airlangga: Penyaluran KUR Sektor Pertanian Rp 42,7 Triliun di 2021

Lebih lanjut, huruf b Inmendagri 24/2021 menyebutkan, untuk Level 4 di Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Buleleng, dan Kota Denpasar.

Sedangkan Gubernur dan Bupati/Walikota se-Bali sepakat untuk bersama-sama menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Provinsi Bali, sebagai satu kesatuan wilayah. 

Meski disebut masuk Level 4, dalam Surat Edaran Gubernur Bali yang baru ini diberlakukan beberapa kelonggaran untuk memberikan ruang bagi aktivitas usaha dan ekonomi masyarakat.

Disebutkan, pasar rakyat yang menjual barang nonkebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen (lima puluh persen) dan jam operasional sampai pukul 16.00 Wita.

Lebih lanjut, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 21.00 Wita.

Kelonggaran juga berlaku untuk makan di tempat. Kalau Presiden menyatakan maksimum 20 menit, Gubernur Bali mengizinkan sampai 30 menit.  

Pelaksanaan kegiatan makan/ minum di tempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, dan lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/ mall dapat dibuka dengan maksimal pengunjung makan di tempat 25 persen dari kapasitas dan waktu makan maksimal 30 menit, dibatasi jam operasional sampai pukul 21.00 Wita. 

"Sebagai Gubernur, saya sangat memahami bahwa berlakunya kebijakan PPKM Level 4 ini sangat memberatkan dan menyulitkan masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari sehingga mengakibatkan terganggunya perekonomian masyarakat. Kebijakan ini merupakan pilihan yang sangat sulit, namun harus diputuskan dan diberlakukan agar masyarakat terhindar dari penularan varian Delta Covid-19 yang menular sangat cepat melalui kluster keluarga dan perkantoran,” papar Koster.

Dia melanjutkan, dalam kondisi seberat apapun, pada akhirnya kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat harus menjadi prioritas utama kebijakan pemerintah.

“Mengingat keselamatan jiwa merupakan hukum tertinggi," ucap Koster, Senin (26/7).

(rb/feb/yor/JPR)

 TOP