alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Merasa Terancam, Pengadilan Gagal Sita Jaminan Hotel Raffles Jimbaran

30 Juli 2021, 20: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

sita jaminan, juru sita terancam, PN Denpasar, Hotel Raffles Jimbaran,

Suasana tegang sempat terjadi saat tim juru sita dari PN Denpasar hendak melakukan penyitaan jaminan di Hotel Raffles Jimbaran, Jumat (30/7) (Marcell Pampurs)

Share this      

DENPASAR-Proses penyitaan jaminan yang dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar terhadap aset tanah seluas 2, 9 hektar di Desa Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Jumat (30/7) batal.

Gagalnya penyitaan jaminan asset tanah yang didalamnya berdiri bangunan Hotel Raffles di Desa Jimbaran, Kuta Selatan, Badung oleh juru sita pengandilan karena munculnya ancaman.

Akibat terancam, petugas juru sita dari Pengadilan Negeri Denpasar, Komang Bayu Wirawan bersama timnya membatalkan kegiatan itu.

Baca juga: Tertinggi di Indonesia, Bali Targetkan Vaksinasi Tuntas September 2021

Padahal dia bersama timnya, serta pihak kuasa hukum penggugat maupun tergugat sudah berada di lokasi.

Dia juga menekankan jika suasananya tidak kondusif karena adanya kerumunan di masa pandemi covid-19.

"Sesuai petunjuk pimpinan maka eksekusi hari ini ditunda karena banyak kerumunan, terlalu banyak orang," ujarnya di hadapan kuasa hukum tergugat dan penggugat.

Bahkan akibat pembatalan, hal ini sempat memicu perdebatan di lokasi.

Kuasa hukum penggugat, Ahmad Rowa bersama timnya serta pihak penggugat, I Nyoman Siang sempat meminta proses itu tetap dilaksanakan dengan catatan jumlah pihak yang terlibat di dalam kawasan itu dikurangi agar tidak menimbulkan kerumunan.

Namun, Komang Bayu Wirawan tetap kekeuh membatalkan proses tersebut. 

 "Hanya karena orang banyak bapak merasa terancam. Surat pemberitahuan yang dikirimkan kepada kami semua bahwa akan dibacakan putusan. Bukan undangan dan lainnya. Bapak harus pahami konteksnya itu," ujar Ahmad Rowa di depan panitra dan tergugat. 

Namun meski mendapat protes, proses penyitaan tetap dibatalkan.

Selanjutnya, lantaran dibatalkan, Achmad Rowa langsung bergegas menuju Pengadilan Negeri Denpasar untuk menanyakan kejelasan hal tersebut.

Hasil koordinasi diketahui bahwa eksekusi ditunda sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.

Saat dikonfirmasi, Pihak PN belum bisa menentukan waktu karena ketua PN Denpasar tidak berada di tempat.

Namun demikian terkait penundaan itu, Juru Bicara 2, Pengadilan Negeri Denpasar, Gede Astawa, mengatakan kegiatan itu merupakan penetapan sita jaminan dan bukan eksekusi.

"Hari ini adalah pelaksanaan untuk meletakkan sita tersebut. Tetapi karena banyak ada orang dari para pihak, sedangkan situasi dan pengamanan tidak memungkinkan, apalagi adanya situasi PPKM yang mana menghindari kerumunan, maka kegiatan tersebut, untuk sementara ditunda, sampai ada pemberitahuan selanjutnya kepada para pihak," ujarnya saat dikonfirmasi media ini. 

Seperti diketahui, kasus perdata ini mencuat bermula dari adanya surat penetapan Ketua PN Denpasar tertanggal 22 Februari.

Dimana majelis hakim dalam sidang perdata membaca surat gugatan tertanggal 19 Februari 2021, bahwa register perkara nomor 215/Pdt.G/2021/PN Dps, dan surat permohonan sita jaminan tertanggal 9 April 2021 terhadap tanah sengketa I Wayan Rentong yang terletak di Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Tanah tersebut diketahui melalui pipil nomor 456 Percik 6 Klas VII dengan luas 2,9 hektar lebih. Di atas tanah tersebut terdapat bangunan berupa penginapan atau resort 32 unit villa dan Raflles Bali Hotel. Perkara perdata ini dimenangkan oleh penggugat, I Nyoman Siang. 

(rb/mar/pra/JPR)

 TOP