alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa
Dampak Formasi Dokter Spesialis Sering Kosong

Pemerintah Berencana Sekolahkan Dokter Umum Jadi Dokter Spesialis

31 Juli 2021, 04: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

formasi CPNS, dokter spesialis, dokter umum, sekolah dokter, Pemkab Buleleng, krisis dokter spesialis,

Sekretaris Kabupaten Buleleng Gede Suyasa (Eka Prasetya)

Share this      

SINGARAJA – Pemerintah Kabupaten (pemkab) Buleleng kini mempertimbangkan opsi menyekolahkan dokter umum di Buleleng, menjadi dokter spesialis.

Upaya ini dilakukan untuk menyiasati kebutuhan dokter spesialis yang cukup tinggi di Buleleng.

Selama ini kebutuhan formasi dokter spesialis di Buleleng diisi melalui rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Namun pada rekrutmen pada tahun 2019 dan tahun 2021, sejumlah formasi dokter spesialis nihil pelamar.

Baca juga: Usai Ribut, Pedagang Pantai Penimbangan Akhirnya Diizinkan Berjualan

Tahun ini saja ada enam formasi dokter spesialis yang nihil pelamar.

Formasi itu yakni spesialis dokter gigi konservasi/endodonsi, spesialis anastesi, spesialis bedah mulut, spesialis kandungan, spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, serta spesialis patologi klinik.

Sekkab Buleleng Gede Suyasa mengatakan, proses rekrutmen dokter spesialis lewat formasi CPNS memang cukup sulit.

Menurutnya sudah beberapa kali pemerintah melakukan rekrutmen dokter spesialis melalui formasi CPNS, namun selalu gagal.

“Kalau tidak membutuhkan, tidak mungkin mengusulkan. Masalahnya kan kita membutuhkan, sudah mencari, tapi tidak ada yang daftar. Nah ini harus dipertimbangkan kembali, jalan keluarnya seperti apa,” kata Suyasa.

Salah satu opsi yang bisa diambil adalah, pemerintah menyekolahkan dokter umum ke pendidikan dokter spesialis. Sehingga kompetensi dokter meningkat. Selain itu kebutuhan dokter spesialis juga terpenuhi.

Hanya saja pemerintah juga harus mempertimbangkan kembali ketersediaan dokter umum pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Khususnya di puskesmas.

“Kalau dokter umum naik kompetensinya jadi dokter spesialis, otomatis di FKTP akan kosong. Jadi kebutuhan dokter umum juga akan bertambah. Ini akan kami kaji lagi secara detail. Opsi mana yang paling memungkinkan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Panitia Seleksi Aparatur Sipil Negara mulai melakukan proses seleksi administrasi. Pansel menyebut, ada beberapa berkas pendaftaran yang akan digugurkan.

Diantaranya lamaran yang tidak dilengkapi materai, hasil scan hitam-putih, serta transkrip nilai yang tak disertai pengesahan dari lembaga pendidikan tinggi terkait. Rencananya hasil seleksi administrasi itu akan diumumkan pada Senin (2/8) pekan depan. 

(rb/eps/pra/JPR)

 TOP