alexametrics
Kamis, 23 Sep 2021
radarbali
Home > Politika
icon featured
Politika

Golkar Bali Siap Rangkul Eksportir Buah

Minta Pemprov Sederhanakan Birokrasi

31 Juli 2021, 07: 45: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

golkarbali sugawakorry dppgolkar airlanggahartarto

PEDULI PETANI: Ketua DPD I Partai Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry (tengah) bersama jajaran dalam acara Badan Pemberdayaan dan Pembina Partai Golkar (BP3PG), Jumat (30/7). (IST)

Share this      

DENPASAR, Radar Bali -  DPD 1 Golkar Bali memberikan perhatian lebih pada sektor perkebunan Bali. Sayangnya, permasalahan birokrasi menjadi kendala bagi para petani. Dari webinar yang diselenggarakan Badan Pemberdayaan dan Pembina Partai Golkar (BP3PG)  Pelatihan Registrasi Perkebunan Buah Ekspor Petani Bali (manggis, salak dan buah naga) kemarin (30/7) Partai Golkar menyatakan komitmen membentuk tim instruktur bekerja sama dengan eksportir buah anggota pengurus badan pembinaan dan pemberdayaan petani. 

"Kami akan bentuk tim instruktur bekerja sama dengan eksportir buah anggota pengurus  Badan Pembinaan dan Pemberdayaan petani Golkar Bali," ucap Ketua DPD 1 Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry diwawancarai usai kegiatan. 

Sugawa Korry mengatakan dalam rangka membentuk keseimbangan baru struktur ekonomi  pada sektor pertanian, maka harus didorong lebih maju salah satu produk petani punya nilai lebih dan tambah sehingga bisa diekspor. Sayangnya kendala salah satunya harus registrasi kelompok itu sehingga Golkar Bali akan melatih dan membina para petani. 

Baca juga: Buang Limbah Bekas Potong Hewan Sembarangan, Pengusaha Didenda Sejuta

Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali dinilai harus menyederhanakan proses administrasi untuk eksportir ini. "Ternyata muncul kendala terlalu rumit kami mohon pemerintah menyederhanakan proses administrasi kemudian kami juga akan terus berusaha melakukan pendidikan virtual ini. Salah satunya paham kualitas menjaga ketahanan pangan oleh demikian petani tak bisa dibuatkan sendiri harus dibantu oleh Golkar di dalamnya," ujarnya. 

Imbuhnya, Golkar Bali akan mendorong agar masyarakat mencintai dan menyejahterakan para petani. Jika petani hidup sejahtera, maka kondisi itu akan mendorong produktivitas sekaligus kualitas hasil pertanian. Secara otomatis juga akan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian termasuk tingkat ekspor. 

Sementara itu, Ketua BP3PG, Jro Putu Tesan menyatakan awalnya kelompok perkebunan ini harus registrasi sejak 2005. Kelompok mendapatkan bantuan bibit manggis diregistrasi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Sebelum registrasi dapat sekolah lapangan. Terkena pandemi setelah 2020 tidak ada program tersebut. Selain itu ada juga kelompok yang habis masa waktunya. "Sehingga untuk registrasi lagi seperti mengawal registrasi itu keluar untuk perorangan diajukan per kelompok," jelasnya. 

Golkar Bali berharap 100 persen kebun didaftarkan sehingga harus ada kerja samanya dengan berbagai stakeholder untuk bergandengan tangan. Terkait birokrasi ada namanya anjuran dan wajib. Diharapkan hal minor bisa dipangkas tapi tetap mengikuti regulasi standar. Petani didampingi oleh dinas untuk memenuhi persyaratan kalau dari Dinas Pertanian tidak sanggup Golkar dan perusahaan akan membantu. "Tugas Dinas Pertanian Provinsi Bali memverifikasi dan menomorkan," terangnya. 

Dalam webinar itu hadir menjadi pembicara Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana,  Prof Ir. Made Supartha Utama MS. PhD, Kepala Balai  Karantina Pertanian Kelas 1 Denpasar, Budi Waluyo (Asosiasi Eksportir dan Rumah Kemas Holtikultura Indonesia), Jero Putu Tesan, Ketua BP3PG. 

(rb/han/ken/feb/yor/JPR)

 TOP