alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dari Kasus Penebasan di Monang-Maning, Denbar

Dikebumikan, Polisi Kawal Ketat Pemakaman Mendiang Gede Budiarsana

31 Juli 2021, 19: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

penebasan jalan subur, penebasan monang-maning, pembunuhan, Gede budiarsana, pemakaman korban penebasan, Polres Buleleng, debt collector,

Jro Dolah (dua dari kanan) bersama ibu, istri dan ketiga anak korban ditemui di rumah duka usai prosesi pemakaman. (Eka Prasetya)

Share this      

KUBUTAMBAHAN-Jenazah Gede Budiarsana, 34, korban penebasan di Simpang Jalan Subur, Monang-Maning, Denpasar Barat, Sabtu (31/7) sekitar pukul 15.00 WITA dikebumikan.

Jasad bapak tiga anak ini dimakamkan di Setra Desa Adat Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.

Saat proses sebelum hingga pemakaman di setra, selain dipadati para pelayat, prosesi pemakaman juga mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian.

Baca juga: Kakek dan Ayah Meninggal, Ibu Nikah Lagi, Masih Terbebani Urusan Adat

Bahkan, terkait pengamanan, Wakapolres Buleleng Kompol Yusak Agustinus Sooai langsung turun tangan mengamankan penegakan protokol kesehatan.

Kepolisian meminta pelayat tak berkerumun. Bahkan kepolisian sempat menurunkan tiga orang personel kesehatan, yang berencana melakukan tes swab secara acak pada pelayat.

Sementara itu, sebelum prosesi pemakamanan jenazah Gede Budiarsana, pihak keluarga terlebih dahulu  melangsungkan upacara mesiram atau memandikan jenazah. Tepat pukul 15.00 siang, jenazah dibawa ke setra adat yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumah duka.

Sampai di setra, jenazah mendiang langsung dikuburkan. Keluarga memilih melakukan upacara mekingsan ring pertiwi. Sebab masih ada anggota keluarga lain yang belum melalui upacara ngaben.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, sejak pagi rombongan pelayat telah berdatangan ke rumah duka. Bahkan diantara pelayat, tampak rekan dari mendiang Gede Budiarsana dari seantero Bali juga menyempatkan diri datang memberikan penghormatan terakhir.

“Astungkara upacara adik saya lancar. Semua sudah sesuai protokol kesehatan. Teman-teman adik saya juga banyak yang memberi dukungan moral. Ini sangat berharga bagi keluarga kami,” ungkap Ketut Widiada alias Jro Dolah yang juga kakak mendiang Gede Budiarsana.

(rb/eps/pra/JPR)

 TOP