alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Cerita Istri Korban Penebasan Monang-Maning

Selain Mimpi Berpisah, Sehari Sebelum Ajal, Korban Sempat Suapi Istri

31 Juli 2021, 21: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

penebasan jalan subur, penebasan monang-maning, pembunuhan, Gede budiarsana,  suapi istri, firasat, debt collector,

Ni Made Ira Yanti (kanan) istri mendiang Korban Gede Budiarsana saat ditemui di rumah duka, Sabtu (31/7) (Eka Prasetya)

Share this      

SUASANA duka dan haru masih menyelimuti rumah keluarga besar mendiang Gede Budiarsana.

Pria tiga anak ini tewas usai menjadi korban penebasan Simpang di Jalan Subur, Monang-Maning Denpasar, Jumat (23/7) seminggu lebih lalu.

Kini usai dimakamkan, ada cerita menarik dari mendiang istri korban. Seperti apa?

Baca juga: FK Unud Bagi 11.300 Masker untuk Pedagang Pasar

EKA PRASETYA, Kubutambahan

RAUT sedih masih terpancar dari wajah Ni Made Ira Yanti. Istri dari mendiang Gede Budiarsana, ini hingga kini masih mengaku tak percaya dengan kepergian suaminya yang begitu cepat.

Ibu tiga anak ini benar-benar masih merasakan seperti mimpi dengan kepergian suaminya yang tragis.

Apalagi, sebelum kejadian, Ira Yanti mengaku jika dirinya sempat mendapat beberapa firasat sebelum suaminya meninggal dunia.

Menurut Ira, sebelum nahas menimpa korban, mendiang suaminya sempat mimpi berpisah dengan dirinya.

“Setelah itu saya diikuti kemana-mana. Dari sana saya sudah merasa aneh, karena beda sekali dengan kebiasaan suami sebelum-sebelumnya,” ungkap Ira saat ditemui di rumah duka di Desa Adat Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Sabtu (31/7).

Bahkan sehari sebelum tutup usia, Budiarsana sempat menyuapi istrinya.

“Waktu itu dia bilang ‘kapan lagi bisa suapin istri’. Saya berusaha positif thinking saja. Tidak menyangka akhirnya seperti itu,” kenang Ira.

Sementara itu, Perbekel Kubutambahan Gede Pariadnyana mengaku pihaknya akan berupaya memastikan kelangsungan pendidikan anak-anak mendiang.

Iapun mengaku sedih melihat nasib anak-anak mendiang.

“Kami akan berupaya lewat dewasa. Kalau melihat anak-anak ini, kami sedih sekali rasanya. Kami akan upayakan lewat Dinas Sosial, supaya dapat bantuan pendidikan. Karena anak-anak mendiang akan jadi masa depan keluarga ini,” tukas Pariadnyana. 

(rb/eps/pra/JPR)

 TOP