alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Dua Hari Jalur Denpasar-Gilimanuk Macet Gegara Truk Angkut Alat Berat

1 Crane Tak Kuat, Datangkan 1 Crane Lagi

04 Agustus 2021, 12: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

jalur Denpasar-Gilimanuk, macet, truk tronton, tak kuat menanjak, Megati, Tabanan,

Truk tronton bermuatan alat berat crane seberat 40 ton yang bermasalah di Jalur Denpasar-Gilimanuk, Tabanan. (IST)

Share this      

TABANAN – Selama dua hari di Jalur Denpasar-Gilimanuk bikin kesal warga yang melintas. Bagaimana tidak, dalam dua hari ini jalur tersebut macet. 

Kali ini, pemicu kemacetan berupa truk tronton bermuatan alat berat. Truk itu tak kuat menanjak di tikungan traffic accident center (TAC) Megati di Banjar Dinas Megati Kelod, Desa Megati Selemadeg Timur.

Polisi Lalu Lintas Polres Tabanan terpaksa melakukan buka tutup jalan agar tidak terjadi kemacetan panjang.  

Baca juga: FIFGROUP Salurkan 115.197 Paket Sembako Senilai Rp 23,853 Miliar

Truk bernopol S 8601 NG bermuatan alat diketahui tak bisa menanjak sejak Minggu sore (1/8). Beberapa kali truk tersebut dilakukan upaya evakuasi dengan menggunakan truk derek. Sayangnya tak pernah berhasil, lantaran beban muatan truk alat berat crane seberat 40 ton.

Truk pun akhirnya diderek menggunakan empat kendaraan derek. Saat diderek malah kembali ban truk tergelincir ke got, karena jalan licin akibat hujan. Truk yang kembali tergelincir menyebabkan kembali dievakuasi dengan diderek.

Kapolsek Selemadeg Timur, AKP Ni Komang Sri Subakti menjelaskan, awalnya truk tronton ini melaju dari arah timur (Denpasar) menuju barat (Gilimanuk) tanpa pengawalan dari aparat kepolisian.

Melintas di Jalan Gilimanuk-Denpasar masuk wilayah Banjar Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan (31/7) truk sudah terlihat tak kuat menanjak.

Namun sesampai di lokasi kejadian tepatnya di tanjakan TAC Megati, mulailah truk tak kuat nanjak bahkan bannya tergelincir dengan posisi kepala truk menghadap utara dan mengambil setengah badan jalan.

“Karena posisi jalan tanjakan inilah menyebabkan macet,” ungkapnya, Selasa (2/8).

Setelah mengetahui adanya truk tronton bermasalah anggota pun langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk mengatur lalu lintas. Pada minggu sore ini arus lalintas masih landai namun diberlakukan buka tutup.

“Pada Minggu sore itu truk tak bisa dievakuasi, masih berkoordinasi untuk menentukan skema evakuasi karena truk sangat berat dan jalan licin,” imbuhnya.

Sembari menunggu evakuasi, memasuki hari Senin (2/8) kemacetan parah mulai terjadi. Dari arah barat kendaraan mengular sampai di tanjakan jembatan Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg. Sedangkan dari arah timur kendaraan mengular sampai di Patung Adipura, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan.

“Kami bersama dengan lantas Polres Tabanan lakukan sistem buka tutup kendaraan, dan sudah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mencari jalan alternatif lainnya,” terang AKP Komang Subakti.

Hingga akhirnya Senin sore sekitar pukul 17.00 wita diputuskan truk apes ini dievakuasi menggunakan empat derek. Pada saat itu truk berhasil diderek namun berjarak sekitar 200 meter kembali ban truk tergelincir akibat mencari haluan karena menghindari truk.

“Ketika hendak ditarik gunakan empat derek sudah bisa diangkat, namun sekitar 200 meter, truk tronton ini lagi tergelincir dan mengambil setengah badan jalan,” tuturnya.

Polisi pun saat itu langsung mengambil langkah cepat mendatangkan 1 crane dari Denpasar. Truk dievakuasi Selasa subuh sekitar pukul 02.00 wita. Apesnya karena truk tronton ini berat, crane tak bisa menarik.

“Kendaraanya ini berat, crane satu tidak kuat. Sehingga untuk sekarang polisi menggunakan skema mendatangkan 2 crane. Satu crane rencananya didatangkan kembali. Satu crane lagi masih menunggu kedatangan,” tandasnya.

(rb/jul/yor/JPR)

 TOP