alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa
Dari Musibah Longsor di Rendang, Karangasem

Tak Ada Firasat, Sebelum Petaka, Sempat Bercanda dengan Istri dan Anak

04 Agustus 2021, 20: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Longsor di rendang, rumah diterjang longsor, balita tewas, Polsek Rendang, BPBD karangasem, istri tertimbun, firasat,

Keluarga I Wayan Putu Merta Nadi menunggui jenazah putra sulungnya di UGD Puskesmas Rendang, Selasa (3/8) (Zulfika Rahman)

Share this      

PETAKA yang menimpa satu keluarga di Banjar Dinas Pejeng, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, Selasa pagi (3/8) kemarin benar tak pernah disangka.

Apalagi, dalam musibah longsor ini, selain mengakibatkan luka berat dan ringan, seorang balita yang masih berusia 4 tahun harus tewas usai tertimbun material.

ZULFIKA RAHMAN, Amlapura

Baca juga: Saat Selamatkan Istri dan Anak, Putu Sempat Tertimpa TV dan Terlempar

SEMUA sudah suratan takdir. Pasalnya jika tahu, I Wayan Putu Merta Nadi, 33, akan membangunkan istri dan ketiga anaknya sebelum longsor menerjang rumahnya.

Saat kejadian, posisi rumah Merta Nadi sendiri berada di bawah tebing tanah setinggi 25 meter.

Padahal menurut dia, sejak dulu, rumahnya tersebut aman dari bencana longsor.

Namun ia tidak menyangka, jika Selasa pagi kematin menjadi hari yang paling nahas bagi keluarganya.

Ia harus kehilangan putra sulungnya. I Komang Putra Adnyana tewas dalam musibah ini. Balita berusia 4 tahun ini meninggal setelah sempat tertimbun material selama setengah jam.

Diakuinya, rumah yang dihuni tersebut menjadi rumah satu-satunya yang bermukim di lokasi itu. Sementara jarak antar tetangga cukup jauh. Sekitar 300 meter.

“Kalau saya tidak bangun lebih dulu, mungkin saya juga ikut tertimbun,” kata Merta Nadi.

Bahkan sebelum kejadian, Merta Nadi mengaku tidak memiliki firasat apapun..

Sebelum nahas terjadi, malam harinya ia bercanda dengan ketiga anaknya seperti biasa. “Tidak ada firasat apapun. Keadiannya begitu cepat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Rendang, Kompol I Made Sudartawan mengungkapkan, informasi yang didapatkan pada Senin malam, di lokasi kejadian sempat terjadi longsor kecil. Diakui Sudartawan, cuaca hujan mengguyur sejak tiga hari belakangan secara beruntun.

“Karena diguyur hujan akhirnya tanah labil dan terjadi tanah longsor. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Karena kondisi cuaca saat ini tidak bisa diprediksi,” pungkasnya.

Sedangkan terpisah, usai mendengar warganya tertimpa bencana, Bupati Karangasem I Gede Dana langsung menyempatkan diri mengunjungi keluarga korban.

Bupati langsung datang ke Puskesmas Rendang untuk memastikan keadaan keluarga korban dan memberikan penanganan pasca terjadinya longsor.

(rb/zul/pra/JPR)

 TOP