alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Rumah Kakek Pencari Nasbung Gratis di Kuta Ditemukan, Ini Kondisinya

04 Agustus 2021, 18: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

kakek Suyadi Nurdin, kakek pencari nasi bungkus, berbagi pangan, JRX SID, Nora Alexandra Philip, Isyana, AkuforBali, kisah miris,

Aku For Bali mengantar seorang dermawan yang enggan namanya disebut ke rumah kakek Suyadi pada Rabu (4/8). (Wayan Widyantara)

Share this      

BADUNG - Masih ingat dengan Kakek Suyadi Nurdin, pencari nasi bungkus (nasbung) gratis di Jalan Kubu Anyar, Kuta, Badung yang viral di media sosial?

Setelah pemberitaan di radarbali,id, Kakek Suyadi Nurdin banyak dicari oleh sejumlah dermawan.

Mereka berusaha untuk mencari alamat lengkap si kakek untuk sekedar membantu kehidupannya di tengah pandemi Covid 19 ini.

Baca juga: Ada 11 Ancaman Bencana di Karangasem, BPBD Imbau Masyarakat Waspada

Dibantu oleh organisasi nirlaba, Aku For Bali akhirnya menemukan gubuk tempat tinggal kakek Suyadi.

Kakek Suyadi ternyata diketahui tinggal di jalan Nyangnyang Sari, Kuta, Kabupaten Badung. 

"Kakek ini memang ada di setiap acara pembagian nasi bungkus yang kami lakukan. Sehingga, kami cukup mengenalnya dan kerap memberi bantuan untuk kakek ini," ujar Isyanita Tungga Dewi, pendiri Aku For Bali pada Rabu (4/8).

Isyanita pun mengaku bersyukur karena kini sudah banyak orang baik yang mau membantu sang kakek.

Kali ini, Isyana pun diminta bantuan oleh sejumlah orang baik untuk mendatangi gubuk si kakek.

"Kebetulan juga, kami sering bagi-bagi sembako dan nasi bungkus di daerah Nyangnyang Sari. Jadi kami tau rumah kakek ini. Dan kakek ini juga kerap menerima bantuan kami," ujar Isyana.

Pantauan radarbali.id memang sang kakek ini hidup dalam kemiskinan. Kakek Suyadi hidup di rumah kontrak dengan tembok batako yang luasnya kurang lebih 1,5x2,5 meter.

Kakek Suyadi merupakan orang Jawa namun kemudian menikah dengan istrinya yang merupakan warga Bali asli.

Kakek Suyadi yang sakit mata (katarak) dan gejala stroke ini sudah tak bekerja.

Sementara istrinya, masih bisa membuat bahan banten Bali.

Itupun katanya, laku bisa seminggu sekali. Ketika didatangi oleh seorang dermawan yang meminta namanya  tidak dipublikasi, keluarga Suyadi begitu bahagia.

Seorang dermawan ini berharap si kakek tidak kemana-mana lagi, apalagi sekadar mencari nasi bungkus yang dibagi-bagi warga di jalanan.

Untuk itu, paket sembako dan uang tunai diberikannya kepada kakek itu.

Selain itu, nomor telepon juga diberikannya, sehingga ketika kakek Suyadi ini membutuhkan sesuatu, bisa menghubunginya.

Dengan terbata-bata, kakek Suyadi ini pun hanya membalasnya dengan doa yang sangat tulus.

"Saya tidak bisa ngomong apa-apa. Hanya terima kasih sekali dan semoga Tuhan yang membalas kebaikan kalian," tuturnya dengan nada kecil.

Kini, bantuan yang diterimanya cukup untuk menghidupi Kakek Suyadi kelaurga, terutama cucunya hingga sebulan ke depan.

"Sekarang untuk bangun tidur saja saya harus dipapah dulu. Ya, doa saya untuk kalian agar suskes selalu," pungkasnya. 

(rb/ara/pra/JPR)

 TOP