alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Walikota Denpasar Instruksikan Sekolah Tunda Pembayaran Uang Seragam

05 Agustus 2021, 04: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

penundaan pembayaran seragam, Disdikpora Denpasar, Pemkot Denpasar, pandemi Covid-19, sekolah daring,

Menyikapi kondisi perekonomian yang sulit akibat pandemi Covid-19, Pemkot melalui Disdikpora Denpasar menginstruksikan untuk menunda pembayaran biaya seragam bagi siswa di sekolah. (Adrian Suwanto)

Share this      

DENPASAR- Pemkot Denpasar melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menginstruksikan seluruh sekolah baik negeri dan swasta untuk menunda pembayaran uang pakaian seragam.

Keputusan penundaan pembayaran yang pakaian seragam ini dilakukan lantaran masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Seperti ditegaskan Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara.

Baca juga: Ayah dan ibu Tuna Netra, Tak Punya Kuota, Numpang Wifi di Tetangga

Didampingi Plt. Disdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya saat Virtual Meeting bersama kepala sekolah se-Kota Denpasar di Kantor Walikota Denpasar, Rabu (4/8).

Dalam kesempatan tersebut, Jaya Negara mengatakan, pandemi Covid-19 yang mewabah hingga saat ini memberikan dampak serius bagi masyarakat.

Tak hanya kesehatan, perekonomian masyarakat juga sangat terdampak.

“Karenanya, guna menyikapi situasi tersebut dan melihat kondisi perekonomian masyarakat saat ini kami berharap kepada sekolah di Kota Denpasar agar menunda pembayaran uang pakaian seragam oleh orang tua siswa kepada sekolah,” jelas Jaya Negara

Jaya Negara mengatakan, penundaan ini dilaksanakan bagi sekolah yang berada di bawah naungan Pemkot Denpasar.

Yakni PAUD/TK, SD, dan SMP baik negeri dan swasta. Hal ini lantaran proses pembelajaran masih menggunakan metode daring atau online, sehingga penggunaan seragam masih belum diperlukan.  

“Ini hanya ditunda karena melihat situasi saat ini, jika nanti kebijakan sudah diizinkan pembelajaran tatap muka tentu pembelian seragam akan dilaksanakan, tentunya pembelajaran tatap muka akan didahului dengan persiapan penerapan prokes serta vaksinasi yang optimal,” terang Jaya Negara.

Selain meminta untuk penundaan pembayaran uang pakaian, pihaknya juga mengajak seluruh jajaran sekolah di Kota Denpasar untuk bergotong royong dalam penanganan pandemi.

Hal ini utamanya dalam mendukung sosialisasi penerapan protokol kesehatan, percepatan vaksinasi bagi siswa dan mendukung UMKM di wilayah sekolah masing-masing.

“Kami mengajak jajaran sekolah di Kota Denpasar untuk bergotong royong bersama dalam membantu sesama, hal ini utamanya dalam mendukung sosialisasi penerapan protokol kesehatan, serta membantu UMKM di kawasan sekolah,” tukasnya.

(rb/feb/pra/JPR)

 TOP