alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dari Bentrok TNI dengan Warga di Buleleng

Bentrokan Dipicu karena Personel Tak Terima Kepala Dandim Dipukul

24 Agustus 2021, 01: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

bentrok TNI dengan warga, bentrok warga, swab acak, Dandim Buleleng terluka, Polres Buleleng, warga terluka, dandim kena pukul,

Komandan Kodim 1609/Buleleng Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto saat mendatangi Mapolres Buleleng untuk melapor terkait aksi pemukulan saat pelaksanaan swab di Sidatapa (Eka Prasetya)

Share this      

BENTROKAN antara personel TNI dengan warga terjadi di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, Senin pagi (23/8) sekitar pukul 09.45 WITA.

Bentrokan terjadi saat Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng menggelar swab acak di depan pura Desa Adat Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng.

Akibat bentrok, selain melukai seorang warga, Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto dan tiga personel Kodim Buleleng terluka.

Baca juga: Ajakan Minum Arak Campur Kopi, Mahasiswa Tuding Koster Tak Bijak

Lalu apa yang menjadi pemicu hingga bentrok antara aparat TNI dengan warga ini terjadi?

EKA PRASETYA, Buleleng

INFORMASI yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bali, dugaan bentrok antara aparat TNI dengan warga diduga karena salah seorang kelompok datang ke lokasi swab.

Nah, salah seorang dari kelompok itu datang, diduga sempat memukul Dandim Letkol Windra di bagian belakang kepala.

Atas insiden pemukulan itulah diduga kuat langsung memicu reaksi para personel. Melihat komandannya (Dandim Buleleng) jadi sasaran aksi pemukulan, personel TNI pun langsung memburu pria tersebut

Saat dikejar, pemuda yang diduga memukul dandim berusaha melawan.

Akibatnya, keributan pun pecah dan terjadi perkelahian.

Dandim Windra pun sempat berusaha melerai para personel.

Peristiwa itu juga memicu reaksi warga lainnya. Bahkan kendaraan dinas TNI nyaris sempat dirusak warga.

Beruntung, aksi anarkis ini akhirnya bisa dihalau dan diredam aparat.

Setelah berhasil dilerai, pihak TNI mendatangi keluarga korban dan melaksanakan mediasi.

Sayangnya saat mediasi, dari pihak warga disebut belum menyetujui permintaan tersebut.

Akibat peristiwa tersebut, selain seorang warga Sidatapa terluka, Dandim Buleleng dan dua anggota Kodim Buleleng juga terluka dalam insiden ini

Salah satu warga yang terluka itu yakni Kadek Diki Okta, 20. Pemuda ini mengalami luka robek pada bagian bibir atas sebelah kanan.

Sementara dari pihak TNI, selain Dandim Buleleng mengalami benjol pada kepala belakang bagian kanan.

Selain Dandim, tiga personel Kodim Buleleng juga dilaporkan mengalami luka.

Ketiga anggota Kodim Buleleng, itu yakni Kopral Made Sastrawan dengan luka lecet dan lebam pada bagian tangan kanan;

Pratu Gagas Suprianto mengalami luka pada pipi kanan dan luka memar pada kepala bagian atas telinga; serta Serma Liberty Lumbanan juga mengalami memar pada dada dan leher.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak desa.

Namun lewat media sosial, korban sempat mengunggah keluhannnya.

"Masyarakat dicegat dipaksa untuk swab. Saya korban kekerasan oknum aparat yang arogan. kami bukan teroris, kami bukan maling," tulisnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 1609/Buleleng Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto juga belum menyampaikan pernyataan resmi.

Pada pukul 21.30, Lisrianto mendatangi Mapolres Buleleng guna menyampaikan laporan polisi.

"Nanti saja ya setelah selesai laporan," tukas Letkol Windra.

(rb/eps/pra/JPR)

 TOP