alexametrics
Rabu, 22 Sep 2021
radarbali
Home > Features
icon featured
Features

Isolasi Mandiri Sebagai Bentuk Pencegahan Covid-19

Oleh: Dr. Gede Bagus Darmayasa

26 Agustus 2021, 18: 00: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

dr bagus darmayasa, opini kesehatan

Dr Gede Bagus Darmayasa (Direktur RS Puri Raharja Denpasar) (IST)

Share this      

PADA tahun 2021 pemerintah Indonesia menyarankan agar masyarakat tetap berada didalam rumah dan menerapkan protokol isolasi mandiri, hal ini dikarenakan karena jumlah pasien yang terinfeksi Virus Corona semakin hari dinilai semakin bertambah.

Baca juga: Menko Airlangga Optimistis Vaksin Merah Putih Diedarkan 2022

Hal ini terjadi karena proses penularan Virus Corona mudah sekali menyebar dan isolasi mandiri memiliki target tujuan untuk mengurangi penularan dari Covid-19 ini.

Salah satu metode pencegahan yang disarankan pemerintah adalah proses isolasi mandiri. Tidak semua orang bisa menjalani proses isolasi mandiri, adapun orang orang yang bisa menjalani isolasi mandiri wajib memiliki kriteria seperti :

-        Terkonfimasi Positive secara pemeriksaan PCR ataupun Rapid antigen.

-        Memiliki gejala ringan Covid-19 seperti batuk, demam, dan sakit tenggorokan.

-        Pernah kontak erat dengan pasien yang positif Covid-19.

-        Pada saat exit test masa karantina hasil test menujukkan positif.

-        Pasien memiliki usia di bawah 45 tahun.

-        Tidak memiliki Riwayat penyakit seperti : Penyakit Jantung, Diabetes, Hipertensi, dan penyakit paru.

-        Memiliki rumah yang kamarnya terpisah masing masing.

-        Memiliki kamar mandi dalam kamarnya.

Syarat di atas ada syarat yang bisa diikuti jika pasien ingin melakukan isolasi mandiri di rumah.

            Lantas apa saja yang perlu dipersiapkan pada saat ingin melakukan isolasi mandiri? Pasien bisa melakukan proses pelaporan hasil ke puskesmas terdekat dengan tujuan untuk masuk kedalam pemantauan fasilitas Kesehatan (puskesmas).

Pelaporan ini juga bertujuan untuk melakukan penelusuran terhadap kontak erat (tracing). Pada dasarnya isolasi mandiri bisa dilakukan setidaknya selama 14 hari atau pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19. Adapun anjuran anjuran pemerintah terkait dalam hal isolasi mandiri bisa berupa :

-        Limitasi Aktivitas Di Luar : Dalam masa isolasi pastikan anda untuk tidak keluar rumah ataupun bekerja. Bekerja bisa dilakukan secara WFH jika memungkinkan, namun dianjurkan untuk beristirahat sementara waktu hingga sembuh. Bila masa penyembuhan anda kurang dari 14 hari pasien diwajibkan untuk tetap dalam rumah dan menunggu masa isolasi selesai. Selama masa isolasi anda bisa memanfaatkan aplikasi online utuk membeli makanan dan obat obatan.

-        Limitasi Kontak : Selama masa isolasi pastikan untuk selalu berada dikamar yang terpisah, dan disarankan kamar memiliki ventilasi dan pencahayaan yang baik. Kontak bisa dilakukan melalui telepon, video call, atau pesan singkat. Jika perlu mengantarkan barang ke kamar, pastikan untuk mengantar didepan pintu kamar dan baru mengambil paket setelah pengantar pergi. Selalu menjaga jarak terutama dengan orang yang rentan terhadap COVID-19, seperti lanjut usia, pemilik penyakit kronis, dan ibu hamil. Physical distancing yang dimaksud adalah menjaga jarak minimal 2 meter dari penghuni lainnya dan menghindari berbicara berhadap-hadapan selama 15 menit atau lebih.

-        Penggunaan Masker : Selalu pastikan untuk mengenakan masker seperti masker jenis surgical mask. Ini dilakukan guna mencegah penularan kepada keluarga atau orang yang berada dalam satu rumah dengan Anda.

-        Penggunaan perangkat makan terpisah : Selalu pastikan untuk menggunakan piring, sendok, garpu, dan gelas secara terpisah. Begitu juga dengan peralatan mandi, seperti handuk dan sikat gigi. Sediakan juga tempat sampah atau kantung plastik khusus untuk membuang tisu yang Anda gunakan untuk batuk, bersin, dan membersihkan mulut atau hidung serta sampah lainnya.

-        Cuci Pakaian Terpisah : Pastikan untuk mencuci pakaian secara terpisah dengan selalu memastikan menggunakan sarung tangan dan masker ketika mencuci pakaian, lalu cuci pakaian menggunakan deterjen dan air dengan suhu 60–90 derajat celsius, lalu segera keringkan. Kemudian segera cuci tangan setelah mencuci pakaian kotor. Jangan lupa cuci atau desinfeksi keranjang cucian dan area sekitar tempat pencucian menggunakan cairan desinfektan.

-        Gunakan Telemedicie : Pastikan pemantauan kesehatan anda, hal ini bisa dilakukan secara telemedicine guna untuk berkonsultasi dengan dokter secara virtual dan menyampaikan keluhan yang dirasakan. Selain itu Dokter juga bisa meresepkan obat-obatan untuk meringankan gejala yang Anda rasakan.

-        Tanamkan Pola Hidup Bersih dan Sehat : Selalu pastikan untuk mencuci tangan anda dengan air sabun, konsumsi air setidaknya 8 gelas, konsumsi suplemen dan vitamin, kemudian lakukan proses menjemur badan dan lakukan olahraga ringan secara rutin di bawah sinar matahari setiap pagi selama 15–30 menit, agar tubuh Anda lebih bugar dan lebih cepat sembuh.

-        Pemantauan Tanda Vital secara berkala : Pemantauan tanda vital bisa dilakukan dengan menggunakan thermometer dan oxymeter hal ini guna memantau suhu dan kadar oksigen untuk mencegah happy hypoxia pada anda.

-        Komunikasi dengan keluarga : Komunikasi dengan orang terdekat selama masa isolasi penting untuk dilakukan, agar Anda tidak mengalami stres dan kesepian.

-        Catat nomor Rumah Sakit : Selalu pastikan untuk memantau gejala anda secara berkala, jika ditemukan gejala anda mengalami perburukan seperti demam tinggi disertai batuk terus-menerus dan sulit bernapas, segera hubungi rumah sakit atau hotline COVID-19 (119 ext 9) untuk mendapatkan perawatan.

Proses melakukan isolasi mandiri merupakan hal yang sulit dan berat bagi semua orang. Namun cara ini dinilai lebih efektif untuk melindungi diri anda, keluarga, dan seluruh masyarakat Indonesia dari Covid-19. Mari Bersama kita sudahi pandemic Covid-19 di Indonesia. (*/Penulis adalah Direktur RS Puri Raharja Denpasar) 

(rb/han/yor/JPR)

 TOP