alexametrics
Rabu, 22 Sep 2021
radarbali
Home > Features
icon featured
Features
I Nyoman Edi dan Bonsai Kelapa Koleksinya

Rela Rogoh Belasan Juta untuk Satu Bonsai Kelapa, Pernah Tertipu Pula

29 Agustus 2021, 11: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Nyoman Edi Wisnaya, hobi, bonsai kelapa, Denpasar,

I Nyoman Edi Wisnaya dan koleksi bonsai kelapa miliknya di Denpasar. (ADRIAN SUWANTO/ RADAR BALI)

Share this      

Banyak hal bisa menjadi hiburan di tengah pandemi ini. Salah satunya memelihara tanaman langka. Seperti dilakukan I Nyoman Edi Wisnaya yang memilki banyak koleksi bonsai kelapa.

NI KADEK NOVI FEBRIANI, Denpasar

Baca juga: Komnas PA Desak Polres Badung Tangkap Buron Pemerkosa Pelajar SD

Nyoman Edi Wisnaya, hobi, bonsai kelapa, Denpasar,

I Nyoman Edi Wisnaya menunjukkan koleksi bonsai kelapa miliknya di Denpasar. (ADRIAN SUWANTO/ RADAR BALI)

 

TINGGAL di perumahan yang berada di pusat Kota Denpasar, I Nyoman Edi Wisnaya harus berhemat dengan lahan untuk bertanam. Ia harus memanfaatkan lahan kosong di rumahnya. Alhasil, lantai 3 rumahnya menjadi tempat dia menyalurkan hobi tanaman. 

Di rumah yang bergaya antik tersebut, Nyoman Edi mengoleksi bonsai kelapa berbagai model dan jenis kelapa. 

Pria asal Pupuan Tabanan ini memiliki 70 tanaman bonsai kelapa. Kelapa itu terdiri berbagai cabang. Di antaranya ada cabang 17, 6, 8, 3  dan lain-lainnya.

Jenisnya beragam ada jenis kelapa kuning, hijau atau manggar.

Edi membeli pohon-pohon ini dari berbagai sumber, bahkan di luar daerah Bali. Seperti Lampung, Papua dan daerah lainnya. 

Tak tanggung kocek yang dikeluarkan Edi bisa jutaan rupiah untuk satu tanaman saja. Misalkan saja kelapa dengan cabang 17 dia dapatkan dengan harga sekitar Rp12,5 juta.

Sejak mengenal bonsai kelapa dari setahun lalu, dia sudah dibuat “gila” dan membabi buta. Bahkan, suatu ketika, saking “gilanya” ingin memiliki bonsai kelapa cabang 5, ia sampai kena tipu.

"Saat itu saya lihat harganya miring sekali dari Rp800 ribu didiskon jadi Rp500 ribu. Ya saya beli dan langsung transfer uangnya," terang Nyoman Edi. 

Ternyata setelah uang dikirim, penjual itu tak bisa dihubungi lagi. Lucunya, foto yang diberikan kepada Edi adalah foto tipuan seolah-olah cabang lima.

Memang, ada mitos beberapa tanaman yang untuk tidak ditanam di pekarangan atau halaman rumah. Salah satunya adalah mitos menanam kelapa di halaman rumah.

Konon, mitos itu menyebut menanam kelapa di rumah bisa membuat rumah memiliki aura “panas”. Itu kata tetangga Nyoman Edi. Namun, ia mengabaikan mitos tersebut.

“Karena kelapa ini ditanam dari pot bukan langsung dari tanah,” kata Edi memberi alasan mengapa tetap menggemari bonsai kelapa.

Alasan lain ia sampai gemar mengoleksi tanaman bonsai kelapa ini karena mudah dirawat. Walapun ada kendala gagal tumbuh dan mati, baginya itu biasa.

Dalam menanam, Edi menggunakan kulit kopi sebagai pengganti tanah  dan di atasnya diberikan pasir. Kebetulan, dia juga pengusaha di bidang kopi. Desa asalnya, adalah penghasil kopi.

Karena ada di platform penjualan secara online, ia juga mudah berburu dan mendapatkan bonsai kelapa yang aneh-aneh. Itu membuat dia terus ketagihan.

Edi mengaku enggan menjual koleksi bonsai kelapanya. Kalaupun dijual, pria yang juga gemar dengan motor tua ini memasang harga tinggi. Rp500 juta untuk keseluruhan tanaman kelapa yang dia miliki.

(rb/feb/yor/JPR)

 TOP