alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Bali United
icon featured
Bali United

Terkait Kontroversi Penalti Persik, Begini Kata Pelatih Kiper BU

31 Agustus 2021, 14: 32: 30 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Penalti Youssef Ezzejjari, Wawan Hendrawan, Bali United, Persik, kntroversi penalti,

Kiper Bali United, Wawan Hendrawan. (DOK RADAR BALI)

Share this      

DENPASAR - Penampilan Wawan Hendrawan sebagai penjaga gawang saat Bali United menjamu Persik Kediri di laga pembukaan Liga 1 2021/2022 hari Jumat (27/8) malam lalu tampil sangat gemilang.

Terpilih sebagai tembok terakhir dalam skuad Serdadu Tridatu di lapangan, pemilik nomor punggung 59 ini berhasil mematahkan tendangan penalti Youssef Ezzejjari pada menit ke-13.

Saat itu penjaga gawang asal Brebes, Jawa Tengah tersebut menyebut ada peran serta Marcelo Pires sebagai pelatih kiper untuk memberikan rekaman video pertandingan dan analisa pemain Persik Kediri.

Baca juga: Pulihkan Pariwisata dari Covid, Nusa Dua Gelar Survei Rapid Antigen

Pelatih Kiper Bali United Marcelo Pires menyebut jika ada dukungan besar dari tim video Bali United untuk memberikan rekaman pertandingan dari calon lawan mereka.

“Saya bekerja sama dengan tim media klub dan mereka memberikan apa yang saya minta. Klub memberi kami dukungan ini sebagai persiapan tim menuju pertandingan. Saya rasa semua tim melakukan hal yang sama untuk mengetahui tipikal permainan lawan,” terangnya Senin (31/8).

Dia menjelaskan, bersama Teco sangat menikmati penampilan di pertandingan sebelumnya. Seperti yang selalu dia katakan, Wawan adalah penjaga gawang yang berpengalaman dan profesional yang sangat baik.

“Semua penjaga gawang memiliki beberapa kekurangan dan kami bekerja di atas kekurangan tersebut untuk dilakukan evaluasi termasuk juga Wawan,” tambah Marcelo.

Soal anggapan bahwa mantan penjaga gawang Borneo FC tersebut dianggap sedikit melakukan kesalahan dalam penalti Persik pada pertandingan BU Vs Persik di GBK, bahkan dianggap kontroversial karena beberapa aspek, pelatih asal Brasil tersebut tidak terlalu berkomentar.

Dari rekaman pertandingan, terlihat jika William Pacheco lebih dulu masuk ke kotak penalti sebelum Youssef melakukan tendangan.

Hal ini sesuai dengan Law of The Game FIFA. Selain itu posisi Wawan saat berdiri tidak menginjak garis yang artinya harus dilakukan pengulangan karena berhasil menepis tendangan.

“Maaf mengenai hal ini, saya tidak bisa berkomentar karena saya tidak mengomentari kinerja wasit,” terang pelatih kiper berpaspor Brasil tersebut.

Baginya penilaian kinerja wasit bukan dari dirinya dan dia memahami karena situasi sepak bola yang lama dihentikan akibat situasi pandemi di Indonesia.

Lantas bagaimana dia menentukan penjaga gawang yang akan dimainkan setiap pertandingan? Apalagi masih ada Nadeo Arga Winata di bangku cadangan saat laga kontra Persik Kediri. Apakah Wawan akan terus berada sebagai penjaga gawang utama atau bisa bergantian dengan Nadeo, Samuel Reimas, atau Rakasurya?

Marcelo pun punya jawabannya. “Saya selalu mengatakan bahwa Bali United memiliki empat penjaga gawang yang luar biasa, dan itu bagus untuk klub. Mengenai pertandingan berikutnya, untuk susunan pemain yang akan kami turunkan terutama sektor penjaga gawang akan kami lihat selama perkembangan dalam seminggu kedepan sebelum menyambut pertandingan selanjutnya,” tutupnya.

(rb/lit/yor/JPR)

 TOP