alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Bali United
icon featured
Bali United

Teco Berubah Jadi Manajer Bali United

01 September 2021, 13: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Stefano Cugurra Teco, Bali United, head coach, pelatih kepala, manajer,

Stefano Cugura Teco saat menjadi manajer Bali United dalam pertandingan perdana melawan Persik Kediri di GBK , 27 Agustus 2021 lalu. (SALMAN TOYIBI/ JAWA POS)

Share this      

DENPASAR – Jika diamati dengan saksama, posisi Stefano Teco Cugurra berubah saat Bali United menghadapi Persik Kediri di laga perdana Liga 1 2021/2022 di Stadion Gelora Utama Bung Karno.

Teco dalam daftar susunan pemain (DSP) Jumat lalu (27/8), bukan sebagai pelatih. Melainkan sebagai manajer tim.

Yogi Nugraha sendiri diplot sebagai pelatih ad interim (sementara) dan Michael Gerald sebagai asisten manajer. Tentu pertanyaan timbul. Apakah lisensi pelatih Teco bermasalah seperti saat di Piala AFC 2020?

Baca juga: Airlangga: Refocusing Anggaran-Inovasi Pemda Minimalisir Efek Pandemi

Dari informasi yang dihimpun, Teco tidak bisa didaftarkan sebagai pelatih kepala Serdadu Tridatu musim ini karena lisensinya yang belum memenuhi persyaratan. Perlu diketahui, syarat pelatih kepala di Liga 1 harus memiliki lisensi AFC A Pro atau setara.

Padahal beberapa waktu lalu, PT LIB memberikan dispensasi kepada pelatih yang belum memiliki lisensi A AFC Pro. Contohnya Pelatih Persiraja Banda Aceh Hendri Susilo masih bisa memimpin tim meskipun hanya memiliki lisensi A AFC.

Tapi Teco yang diwawancarai Selasa kemarin (31/8), tidak mempermasalahkan hal tersebut. Dia toh tetap memimpin tim di pinggir lapangan. Justru sebaliknya, pelatih berpaspor Brasil tersebut senang dengan tugas baru yang diembannya kali ini.

“Saya sangat berterimakasih kepada Bali United yang memberikan kepercayaan untuk saya menjadi manajer tim. Manajer tim merupakan tanggung besar dan saya berharap bisa sukses karena tidak banyak pelatih bisa menjadi manajer tim. Terimakasih Bali United, sekarang saya pasti kerja lebih 100 persen untuk orang Bali,” terangnya.

Lantas apakah tugasnya sebagai manajer tim akan mengganggu konsentrasi? Atau hanya manajer hanya hitam diatas putih alias formalitas saja? Menurutnya, hal tersebut tidak masalah.

“Tidak ganggu sama sekali. Saya dengan Yogi dan tim pelatih sangat kompak. Kami bersama mau Bali United lebih Berjaya musim ini,” terangnya.

Lepas sejenak dari posisi Teco yang berubah, evaluasi tim jelang menghadapi Barito Putera pun dilakukan. Mantan arsitek Persija Jakarta tersebut tahu masih ada cukup banyak kekurangan dalam tubuh Bali United saat menghadapi Macan Putih – julukan Persik Kediri.

Salah satunya adalah lini tengah Bali United. Saat itu Teco memainkan Fadil Sausu, Brwa Nouri, dan Rizky Pellu secara bersamaan. Itu sebabnya lini tengah tidak bermain maksimal karena ketiganya memiliki tipikal permainan sebagai deep-lying playmaker.

Baru setelah Kadek Agung Widnyana Putra masuk menggantikan Fadil Sausu, permainan Serdadu Tridatu mulai berkembang. Teco sendiri tidak membantah hal tersebut. Tapi dia mengatakan jika semua pemain belum mencapai performa terbaiknya.

“Menurut saya bukan lini tengah (saja), tetapi semua pemain setelah tunggu 17 bulan belum ada di performa terbaik. Tapi bagus Liga 1 sekarang sudah mulai. Kami dalam setiap pertandingan membantu pemain agar mereka bisa main lebih bagus untuk bisa bantu tim meraih hasil terbaik di setiap pertandingan,” ucapnya.

Selain itu pasca menghadapi Persik, menurut Teco ada satu pemain yang mengalami cedera. Dia adalah bek senior Leonard Tupamahu.

“Saat ini, ada Leo (yang cedera) dan akan didampingi oleh dokter tim serta fisioterapi,” tutupnya.

Dikutip dari panditfootbal.com, memang ada perbedaan antara manajer dan pelatih kepala. Manajer sepak bola di Inggris, misalnya, memiliki kewenangan lebih luas. Misalnya, dia melakukan lebih dari pelatih kepala. Sedangkan pelatih kepala hanya mengurusi tim pemain kesebelasan. Salah satu yang bisa dilakukan manajer di luar melatih adalah mencari pemain dan lainnya. Contoh manajer terbaik adalah Alex Fergusen yang puluhan tahun di Manchester United.

(rb/lit/yor/JPR)

 TOP