alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Features
icon featured
Features
Dari Kisah Ketut Widanta Bersama Lee Family

Ajak Anjing Keliling Cari Pakan Babi, Saat Panen Berbagi Pakan Anjing

10 September 2021, 18: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

kedut widanta, Lee family, pencari pakan babi, kisah inspiratif, bagi pakan anjing,

Pria yang berasal dari Banjar Kayu Tulang, Canggu, Kuta Utara, Badung ini sudah menganggap anjingnya bagian dari keluargaanya dan diberi nama Lee Family. (Made Dwija Putra)

Share this      

KETUT Widanta yang akrab dipanggil Ketut Lelut Cellelut merupakan pecinta anjing. Peternak babi ini merawat sedikitnya 20 anjing berbagai ras. 

Dia mendapatkan anjing itu mulai dari anjing liar, mengadopsi dan juga diberikan oleh warga.

Pria yang berasal dari Banjar Kayu Tulang, Canggu, Kuta Utara, Badung ini sudah menganggap anjingnya bagian dari keluargaanya dan diberi nama Lee Family. Seperti apa?

Baca juga: Karir Tamat, Oknum Sabhara Polsek Mengwi Pengedar Sabu Dibui 11 Tahun

MADE DWIJA PUTRA, Badung

JAWA Pos Radar Bali, Rabu (8/9) lalu, bertandang ke rumah Ketut Lelut Cellelut.

Lokasinya  berada di Jalan Raya Kayu Tulan persis di timur Bale Banjar Kayu Tulang  masuk di Gang Lee Family rumah pintu gerbang warna biru kombinasi hitam no 18A.

Memasuki rumahnya  sejumlah anjing  menggong-gonggong tetapi tak terlalu lama.

Begitu sudah di dalam rumah, anjing-anjing tersebut begitu jinak dan nurut terhadap tuannya. Kemana pun pergi tuannya anjing-anjing tersebut selalu mengikuti.

Berbagai jenis ras anjing dirawatnya mulai dari anjing Kintamani, lokal Bali, Golden, Shih Tzu dan lainnya.

Ketut Widanta menceritakan kisahnya merawat anjing tersebut. Sejatinya dari kecil sudah suka anjing. Namun mulai dari tahun 2000an dia mulai memelihara anjing.

Anjing ini ia ia dapat rescue  dari jalanan, adopsi, dan ada juga didapat dari orang yang menitipkan anjingnnya tetapi tidak diambil dan lain sebagainnya.

“Jumlah anjing saat ini ada 20 kalau dulu ada 25 karena sudah lama ada yang mati ada yang dicuri, ” terangnya mengawali perbincangan.

Pada perawatan anjing ini juga tidak mudah.

Sebab ketika anjing sakit dia juga membawa ke klinik hewan untuk perawatan. Selain itu perawatan vaksinasi anjing juga rutin dilakukan setiap 2 atau 3 bulan sekali. 

Untuk makanan ia memberikan nasi, ayam, dan dog food.

 “Awal perawatannya saya pakai uang sendiri. Namun ada juga yang memberikan donasi kadang ada saja yang membantu. Anjing saya semua sudah di steril, saya juga tidak mau memperjual belikan, ” jelasnya.

Selain memelihara anjing ia juga beternak babi hampir ada 40 ekor babi.

Uniknya dalam mencari makanan babi yang diambil dari limbah resotran, rumah makan, hotel, cafe dan lainnya dia juga kerap mengajak anjing-anjingnya itu berkeleling di seputara Kuta Utara hingga Kuta.

Kegiatan mencari pakan babi setiap hari mulai pukul 16.00, anjing-anjing selalu ikut dan duduk di atas ember tempat untuk menaruh makanan. 

Sekali berangkat dia biasanya mengajak 6 ekor anjing secara bergiliran. Saat diajak berkeliling anjingnya jinak banyak yang tertarik melihat, anjingnya juga diam tidak mau turun sebelum dirutunkan. 

“Untuk menambah semangat bekerja saya mengajak anjing, kebetulan ada anjing banyak awalnya mengajak satu anjing.

Kemudian berproses beberapa tahun bawa 2 kemudian berproses beberapa tahun bawa 4 terus akhirnya bawa 6 anjing yang selalu ikut berkeliling. Saya membawa tenpat makanan anjing juga  tujuannya kalau saya melihat anjing dijalanan yang kelaparan saya akan kasi makan mereka, ” bebernya.

Bahkan  kalau punya rezeki lebih terkadang berbagi dog food ke sesama dog lover, shelter yang suka fedding di jalanan dan kepada yang mempunyai anjing banyak hasil rescue.

“Saya Lee Family  punya program Lee Family berbagi setiap 2  atau 3 bulan sekali setiap panen peternakan babi. Ini juga  sudah berlangsung mungkin sudah dari 5 tahunan, ” bebernya.

Namun di masa pandemi ini dia juga tergolong keteteran dalam perawatan anjingnya, terutama urusan pakannya.

Sebab, semua biaya dari biaya sendiri dan sekarang minim orang yang berdonasi. Terlebih banyak warga asing mau pun lokal sudah pulang ke kampung halaman.

Selain itu, banyak anjingnya ditinggalkan dan para dog lovers merasa kewalahan. “Kalau misalnya ada orang yang mau berdonasi kami sangat terbuka bagi siapa pun. Apa pun pun bentuknya kami terima,” terangnya.

Sementara, filosofinya anjing  baginya itu binatang yang paling setia. Artinya tidak ada yang bisa mengalahkan kesetiaan anjing.

Anjing itu menjaga tuannya 24 jam. Bahkan dia mengetahui situasi dari unsur sekala mapun  niskala. Ia juga sudah menanggap anjing itu bagian dari keluarganya. “Tidak usah digaji lah mereka (anjing).

Posisinya saat mereka menjaga kita itu tidak pernah menuntut, dia tidak pernah mengeluh, cukup diberi makan dan dirawatlah dengan baik, ” pungkasnya.

(rb/dwi/pra/JPR)

 TOP