alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Events
icon featured
Events

Pamerkan Karya yang Dilukis 24 Jam Nonstop

12 September 2021, 07: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

pamerkan karya, eksistensi seniman, tetap berkarya, Nyoman Sujana Kenyem,Komaneka Fine Art Gallery,

Perupa Nyoman Sujana Kenyem (Istimewa)

Share this      

Pamerkan Karya yang Dilukis  24 Jam Nonstop

 Di tengah pandemi Covid-19, Perupa Nyoman Sujana Kenyem juga tetap berkarya. Bahkan dia juga telah melakukan kegiatan tunggal ‘living gallery’ yang digelar Komaneka Fine Art Gallery, Ubud, Gianyar.

Uniknya, dia memamerkan karya-karyanya yang dilukis selama 24 jam nonstop. Ia mulai melukis pada Kamis (9/9) pagi, bertepatan dengan ulang tahunnya ke-49, kemudian  menyelesaikan karya pada Jumat (10/9). Sebanyak 24 karya langsung dipamerkan di Komaneka hingga 30 September 2021.

Baca juga: Sopir Ngantuk, Truk Terperosok ke Kebun Warga

Menurut Kenyem di tengah pandemi Covid-19, kegiatan ‘living gallery’ ini merupakan tantangan bagi seniman, termasuk galeri untuk menunjukkan eksistensi dan membuktikan bahwa  kreativitas berkesenian tak pernah padam saat terjadi wabah sekalipun. “Konsep saya dalam kegiatan ini menjadikan kanvas sebagai ladang bercocok tanam yang memberikan hasil bumi berlimpah untuk kesejahteraan lahir batin,” terang Kenyem, Sabtu (11/9).

Komaneka Fine Art Gallery berinisiatif menggelar kegiatan ‘living gallery’ untuk memberikan kesempatan kepada seniman tetap berkarya di masa pandemi. Sejumlah seniman akan bergantian mengisi kegiatan yang dimaksudkan untuk tetap menghidupkan atmosfer galeri ini. Pengunjung yang ingin menikmati pameran dapat menghubungi pihak galeri agar bisa menjadwalkan kunjungan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Berkarya di galeri memberikan sensasi yang berbeda dengan melukis di studio sendiri. Ia menumpahkan teknik, pengalaman, spontanitas, dan respons terhadap stimulasi warna yang ia terapkan di atas 24 kanvas secara simultan.

Kenyem memang konsisten mengusung tema-tema alam, bahkan dalam karya abstrak yang ia tekuni juga diilhami dari imaji alam seperti rerajah dedaunan, kulit pohon, pelapukan kayu, irisan tanah, lumut, lelehan lava, dan berbagai rupa semesta lainnya.

Kenyem pameran pertama kali pada 1992 di Art Center Denpasar. Setelah lulus dari STSI (kini ISI) Denpasar pada 1998 telah belasan kali pameran tunggal di Nalita Gallery, Stockholm, Swedia (1996), D'Peak Art Space, Singapura (2009), Kelana Jaya, Selangor, Malaysia (2013). 

Sedangkan pameran bersama antara lain Beijing International Art Biennale, Tiongkok (2010); Mac Art Museum, Daebudo, South Korea (2016). Kenyem juga membangun jejaring dengan sejumlah perupa di kawasan Asia.

(rb/dwi/don/yor/JPR)

 TOP