alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Kebanjiran, Ratusan Warga Klungkung Mengungsi

12 September 2021, 20: 11: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

warga klungkung kebanjiran, mengungsi ke kerabat, air setinggi leher,

Warga mengangkut barang untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat dan balai banjar (Dewa Ayu Pitri Arisanti/Radar Bali)

Share this      

 

SEMARAPURA- Rumah ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan kebanjiran setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Klungkung sejak Sabtu pagi (11/9).

Akibatnya, Sungai Candi Gara meluap. Ratusan KK yang terdampak terpaksa mengungsi ke rumah kerabat maupun ke balai banjar. Mengingat tinggi banjir yang merendam rumah warga itu mencapai dada bahkan leher orang dewasa.

Baca juga: Perdiknas Denpasar Lantik Kepala SMP dan SMK Baru

Ketut Alit Hendrawan, salah seorang warga Banjar Pancingan, Dusun Bingin, Desa Kusamba, Minggu (12/9) menuturkan hujan deras turun sejak Sabtu pagi. Sekitar pukul 22.00, air mulai naik. Dan dalam hitungan jam, banjir sudah setinggi dada orang dewasa.

Banjir yang terjadi begitu cepat membuat warga tidak dapat menyelamatkan barang-barangnya sehingga terendam banjir. “Saya dan warga langsung mengungsi. Saya mengungsi ke rumah mertua karena airnya sudah masuk sampai ke kamar. Pukul 22.00 sampai pukul 03.00 dini hari tadi saya lihat airnya masih tinggi,” bebernya.

Nyoman Rambik, warga Banjar Pancingan menambahkan, banjir kali ini merupakan banjir terparah yang pernah ia rasakan selama puluhan tahun tinggal di tempat itu. Saat hujan deras turun, biasanya banjir hanya setinggi mata kaki atau lutut. Namun kali ini, tinggi banjir yang merendam kediamannya mencapai leher orang dewasa. “Ini banjir yang terparah. Hujan deras sekali seperti batu yang jatuh,” katanya.

Tidak hanya perabotan rumah tangga, menurutnya banjir juga merendam garam sebanyak 10 sak, ikan pindang sebanyak enam panci hingga hancur, ayam kurungan mati. Diperkirakan kerugian mencapai Rp 10 juta. “Karena rumah terendam, saya mengungsi ke balai banjar. Untuk kebutuhan makan dan minum, saya beli dulu di warung. Kulkul banjar sampai dibunyikan kemarin,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Bingin, Nyoman Sudasna mengungkapkan, wilayahnya memang rawan banjir saat hujan deras turun. Namun setelah normalisasi dilakukan pada Sungai Candi Gara pada Juli lalu, banjir sudah tidak lagi terjadi. “Dan banjir kali ini merupakan banjir pertama setelah normalisasi sungai dilakukan,” jelasnya.

(rb/ayu/don/yor/JPR)

 TOP