alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dugaan Pemotongan Insentif Nakes di Badung

Pemkab Tak Tahu, Kejari Diam-Diam Panggil 3 Kepala Puskesmas di Badung

13 September 2021, 07: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

insentif nakes disunat, Diskes Badung, Pemkab Badung, nakes badung, Kejari Badung, kepala puskesmas dipanggil, penyidik kejaksaan, Komisi pemberantasa

Ilustrasi sejumlah perawat beristirahat dengan mengenakan alat pelindung diri. (Dok. Jawapos.com)

Share this      

MANGUPURA-Dugaan pemotongan dana insentif tenaga kesehatan (nakes) di lingkungan Puskesmas di Badung menyeruak dan bikin heboh.

Bahkan atas kasus ini, secara diam-diam, beberapa kepala puskesmas di tiga kecamatan di Kabupaten Badung telah dipanggil penyidik di Kejari Badung.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, setidaknya sudah ada tiga kepala puskesmas di Badung yang dipanggil dan dimintai klarifikasi penyidik.

Baca juga: Pelestarian Kebudayaan Bali, PLN Bantu Samsara Karangasem

Adapun ketiga kepala puskesmas yang dipanggil Kejari Badung, itu diantaranya kepala Puskesmas di Abiansemal, satu Puskesmas di Kuta Utara, dan satu Puskesmas di Mengwi

“Sampai saat ini, sudah ada beberapa rumah sakit yang dipanggil ke Kejari Badung untuk diwawancara terkait isu itu. Totalnya ada tiga puskesmas di tiga kecamatan. Yakni satu di Puskesmas di Abiansemal, satu Puskesmas di Kuta Utara, dan ada satu lagi Puskesmas di Mengwi,”terang sumber di lingkungan Kejari Badung, Minggu (12/9) kemarin.

Lebih lanjut, masih kata sumber, setelah memanggil dan meminta keterangan tiga puskesmas, tidak menutup kemungkinan, dalam waktu dekat, penyidik juga akan melakukan pemanggilan terhadap kepala Puskesmas di kecamatan lain.

“Nanti lainnya juga dipanggil,” imbuh sumber.

Sementara itu, terkait informasi sumber, Kabag Humas Setda Pemkab Badung Made Suardita terkait adanya surat pemanggilannya tersebut.

Hanya saja, imbuh Suardita, surat pemanggilan dari kejari langsung ditujukan pada puskesmas dan tidak ada tembusan ke sekretarian daerah (Setda) Kabupaten Badung.

“Kami sampai saat ini belum tahu persis permasalahannya. Kebetulan baru Sabtu lalu ini kami mendapat informasinya,” tukasnya

(rb/dwi/pra/JPR)

 TOP