alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Kasus di Bali Turun Drastis, Warga Tolak Isoter Jadi Tantangan Baru

13 September 2021, 16: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

kasus covid-19 Bali, kasus menurun, Satgas Covid, Pemprov Bali, pasien isoman, isoter, Menkomarves, Gubernur Koster,

Petugas kepolisian dari jajaran Polsekta dan Polres Gianyar saat melakukan penjemputan OTG yang menjalani isoman menuju ruang Isoter beberapa waktu lalu (Istimewa)

Share this      

DENPASAR-Kasus terkonfirmasi di 4 (empat) kabupaten/kota penyumbang kasus tertinggi di Provinsi Bali secara berangsur terus menunjukkan tren menurun.

Keempat kabupaten/kota, itu yakni Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Tabanan. 

Bahkan, dalam rentang waktu seminggu terakhir, angka penurunan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Bali sangat signifikan.

Baca juga: Bank Mandiri Gelar Wirausaha Muda Mandiri 2021

Sayangnya, meski tren kasus positif menurun, namun ada tantangan baru bagi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali.

Tantangan baru, itu yakni terkait dengan masih banyaknya warga/masyarakat di empat kabupaten/kota di Bali yang terpapar Covid-19 memilih melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah dan menolak dibawa ke ruang isolasi terpusat (isoter).

Padahal, sejak adanya larangan isoman bagi warga yang terpapar Covid-19, Satgas Penanganan Covid-19 di Bali telah memindahkan ribuan pasien yang menjalani isoman ke ruang isoter.

Bahkan dari data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, dari rentang waktu antara 12 Agustus-12 September 2021, tercatat ada sekitar 9.350 pasien yang dipindahkan.

Strategi pemindahan pasien atau orang tanpa gejala (OTG) yang sebelumnya menjalani isoman ke isoter, ini bahkan dinilai efektif menekan paparan virus khususnya penularan antar keluarga.

Seperti disampaikan Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali I Made Rentin.

Saat dikonfirmasi, ia mengatakan strategi penyediaan isoter untuk kasus terkonfirmasi orang tanpa gejala dan gejala ringan (OTG-GR), menunjukan hasil yang cukup signifikan.

Adapun salah satu parameternya, imbuh Rentin, yakni dengan menurunnya kasus aktif atau dalam perawatan.

Disebutkan, dari data laporan Satgas Penanganan Covid-19 per tanggal 10 Agustus 2021, tercatat ada sebanyak 12.831 kasus aktif atau dalam perawatan.

Selang hampir sebulan atau tepatnya pada 11 September 2021, angka kasus ini mengalami penurunan signifikan menjadi 4.563 orang atau lebih dari 65 %.


Selain itu, penurunan yang sama juga terjadi pada pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit rujukan.

Sesuai data, dari awalnya jumlah pasien yang menjalani perawatan di RS rujukan sebanyak 2.144 orang pada tanggal 10 Agustus 2021. Sebulan kemudian atau tepatnya tanggal 11 September 2021, jumlanya menurun menjadi 990 orang.

Lebih lanjut, Rentin juga menambahkan, dengan gencarnya upaya Satgas Penanganan Covid-19 di kabupaten/kota di Bali untuk memindahkan pasien isoman ke isoter, dari data sebelumnya (tanggal 12 Agustus 2021) jumlah pasien isoman sebanyak 8.437 orang, pada tanggal 12 September, jumlah pasien isoman hanya tinggal tersisa 1.1560 orang.

"Angka isoman ini masih akan berkurang jauh jika update data bisa segera dilakukan ke sistem aplikasi nasional, karena lebih dari 50 % data isoman tersebut sudah 14 hari atau bahkan lebih terkonfirmasi. Sehingga bisa dikategorikan sebagai pasien sembuh, kecuali pasien tersebut beralih untuk dirawat ke rumah sakit atau meninggal dunia," tukas Rentin. 

(rb/feb/pra/JPR)

 TOP