alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dugaan Pemotongan Insentif Nakes di Badung

Korbannya Mulai dari Dokter Spesialis, Bidan, hingga Perawat

13 September 2021, 20: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

korban penyunatan insentif, diperiksa jaksa, kejari badung bali, korbannya dokter spesialis, bidan dan perawat,

Ilustrasi (dok.jawapos.com)

Share this      

MANGUPURA- Jaksa bagian tindak pidana khusus (Pidsus) Kejari Badung sudah memanggil 14 orang tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi korban penyunatan insentif.

Informasi yang dikumpulkan dari sumber terpercaya, menyebutkan, ada puluhan nakes yang insentifnya disunat. Misalnya di Kecamatan Kuta Utara, ada sekitar 30-an nakes yang dipotong insentifnya.

Para nakes ini terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, bidan, perawat, dan lainnya. Insentif diterima tidak per bulan, tapi gelondongan.

Baca juga: Truk Terjun ke Sungai dengan Kedalaman 20 Meter

 “Misal bulan September, insentifnya cair sekaligus merapel bulan sebelumnya. Nominal pemotongannya menjadi lumayan, karena langsung sekali potong,” ujar sumber yang mewanti-wanti namanya tidak ditulis.

Sekadar diketahui, besaran insentif bagi tenaga kesehatan ditetapkan dan diatur dalam Surat Menteri Keuangan Nomor 113/2021. Insentif nakes itu juga langsung ditransfer dari rekening pemerintah pusat ke nakes yang sudah terdaftar.

Besaran insentif yang diterima nakes tiap bulannya berbeda. Untuk dokter spesialis menerima insentif Rp15 juta. Sementara dokter dengan status Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) mendapat Rp12,5 juta. Sedangkan dokter umum menerima Rp10 juta, dan perawat atau bidan Rp7,5 juta. 

Masalahnya, uang yang sudah ditransfer ke rekening langsung para nakes, kemudian ditarik tunai dan diserahkan kepada oknum di beberapa Puskesmas. Nilai pemotongan ini sendiri bervariasi sesuai jabatan nakes di Puskesmas tersebut. 

Akibat pemotongan, banyak nakes yang kecewa namun takut melaporkan hal tersebut karena sudah menjadi kesepakatan nakes dan pihak Puskesmas.

Menurut sumber, akibat pemotongan tersebut staf paling bawah paling terdampak. Pasalnya, insentif yang diterima paling kecil. “Sudah nilainya paling kecil, dipotong pula,” tukas sumber.

 

Di tempat terpisah, Kasi Intel Kejari Badung, I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo membenarkan sudah memanggil belasan nakes, Senin (13/9) siang. 

Bamaxs mengatakan pihaknya saat ini masih sebatas melakukan wawancara terhadap para pihak. Wawancara ini diperlukan untuk mengumpulkan data serta bahan dan keterangan (pulbaket). Karena masih tahap penyelidikan, maka belum bisa ditemukan adanya perbuatan melawan hukum. 

“Kami belum bisa menjelaskan lebih jauh karena belum penyidikan. Kami harus fokus (penyelidikan),” tegas Bamaxs.

(rb/don/san/yor/JPR)

 TOP