alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Sempat Tersendat, Pelaku Pencabulan di Busungbiu Akhirnya Dilimpahkan

14 September 2021, 01: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

pelaku pencabulan busungbiu, polres buleleng,Kejaksaan Negeri Buleleng,

Tersangka pencabulan asal Kecamatan Busungbiu berinisial DA (tengah) saat dilimpahkan (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA– Pelaku pencabulan anak di bawah umur di Kecamatan Busungbiu, akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng. Penanganan kasus selama ini tersendat selama berbulan-bulan, karena alasan klasik. Minim saksi dalam proses penyelidikan.

Kasus persetubuhan itu sebenarnya telah terjadi pada 8 Juli 2020 dan 18 November 2020 lalu. Seorang pria berinsial DA, 22, tega menyetubuhi seorang anak perempuan yang baru berusia 11 tahun. Akibatnya korban mengalami trauma psikis.

Kasus itu sebenarnya telah dilaporkan oleh orang tua korban pada 29 Maret 2021 silam, lewat laporan polisi nomor LP-B/33/III/2021/Bali/Res Bll yang dilaporkan orang tua korban. Setelah hampir enam bulan, kasus akhirnya berhasil diselesaikan dan dilimpahkan pada pihak kejaksaan.

Baca juga: Terpidana Penyelundup Heroin Tak Jadi Dihukum Mati

Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto mengatakan, korban dipaksa melayani nafsu bejat tersangka DA. Sehingga korban mengalami kesakitan dan melarikan diri setelah disetubuhi. “Seluruh peristiwa itu terjadi di salah satu desa yang ada di Kecamatan Busungbiu,” kata Andrian.

Ia mengaku awalnya polisi sempat kesulitan melakukan penyelidikan. Sebab barang bukti dan saksi-saksi yang ada terbilang minim. Setelah melakukan penyelidikan secara marathon, polisi akhirnya menangkap tersangka DA.

“Per hari ini, berkas penyidikannya sudah tuntas. Kami juga lakukan pelimpahan pada Jaksa Penuntut Umum. Baik itu berkas, tersangka, maupun alat bukti,” tegasnya.

Sementara itu, Humas Kejaksaan Negeri Buleleng A.A. Jayalantara mengatakan Jaksa Penuntut Umum telah menerima pelimpahan tahap dua dari penyidik kepolisian. Untuk saat ini tersangka DA masih dititipkan di Rutan Mapolres Buleleng.

“Sementara waktu kami masih titip di Rutan Mapolres Buleleng. Berkasnya segera kami limpahkan pada pengadilan, sehingga perkara bisa segera disidangkan,” kata Jayalantara.

Asal tahu saja, tersangka DA dijerat pasal 81 atau pasal 82 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Tersangka diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

(rb/eps/don/yor/JPR)

 TOP