alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Pandemi, Kekayaan Bupati, Wabup dan Sekda Gianyar Malah Makin Meroket

Setahun, Harta Kekayaan Naik Rp 1-5 Miliar

14 September 2021, 10: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

kekayaan bupati gianyar, wabup gianyar, sekda gianyar, LHKPN, kekayaan meroket, pandemi, kekayaan pejabat meroket, pejabat gianyar, KPK RI,

(Ki-Ka): Sekda Gianyar, Bupati Gianyar dan Wabup Gianyar dalam sebuah kesempatan (IB Indra Prasetya)

Share this      

GIANYAR – Di tengah masyarakat kesulitan ekonomi akibat terdampak pandemi Covid-19, kondisi sebaliknya justru dialami para pejabat di Kabupaten Gianyar.

Bak seperti langit dan bumi, harta kekayaan pejabat di Gianyar malah makin meroket tajam.

Bahkan, hanya dalam hitungan setahun, atau tepatnya periode 2019-2020, kekayaan bupati, wakil bupati dan sekretaris daerah (Sekda) Gianyar meningkat hingga miliaran rupiah.

Baca juga: Perbekel Nangis Kantor Akan Dieksekusi, Warga Buat Petisi ke Jokowi

Kenaikan ketiga pejabat ini naik antara Rp 1 miliar hingga Rp 5 miliar setahun.

Hal itu terungkap dari Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang dirilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berdasarkan data LHKPN di http://e-lhkpn.kpk.go.id, total harta kekayaan Bupati Gianyar, Made Mahayastra tahun 2019 sebesar Rp 33.771.998.963 (Rp 33,7 miliar lebih).

Kemudian di tahun 2020 meningkat menjadi Rp 35.359.536.806 (Rp 35,3 miliar lebih).

Sehingga ada kenaikan atau penambahan kekayaan sebesar Rp 1.587.537.843 (Rp 1,5 miliar lebih). 

Dalam laporannya, Mahayastra memiliki harta berupa tanah dan bangunan senilai Rp 24 miliar lebih.

Terdiri dari 21 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Gianyar, Bangli dan Kota Denpasar. Bupati yang beberapa kali touring menggunakan hardtop itu tercatat memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp 778 juta. 

Berupa 1 mobil Toyota Inova, 1 mobil CRV Jeep-001, dan 1 unit mobil Ford Fiesta Minibus.

Ada pula harta bergerak lainnya senilai Rp 550 juta, surat berharga Rp 1,4 miliar, kas setara kas Rp 9,1 miliar.

Bupati asal Desa Melinggih, Kecamatan Payangan itu juga punya hutang senilai Rp 1,3 miliar.  Sehingga total harta kekayaannya Rp 35,3 miliar lebih. 

Sementara itu, Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun memiliki harta kekayaannya sebesar Rp 8.893.962.262 di tahun 2019. Kemudian pada tahun 2020, jumlah kekayaan wabup naik menjadi Rp 9.932.831.651 atau naik sebesar Rp 1.038.869.389 (Rp 1 miliar lebih).

Selain bupati dan wakil bupati, KPK juga membuka LHKPN Sekda Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya.

Pada tahun 2020 total harta Sekda asal kecamatan Gianyar itu mencapai Rp 6.224.303.351.

Terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 6 miliar.

Terdiri dari 2 bidang tanah di Gianyar. Berupa alat transportasi dan mesin senilai Rp 730 juta. Koleksi kendaraan Sekda terdiri dari Mobil Mazda, Honda Scoopy, Toyota Hardtop,

Honda Jazz, Yamaha X-Max, dan Vespa Piagio. Sekda juga punya hutang Rp 723 juta. Sehingga total Harta kekayaan Rp 6 Milyar lebih. 

Apabila dibandingkan LHKPN 2019, harta kekayaan Sekda Wisnu Wijaya meningkat drastis.

Pada 2019 hanya tercatat Rp 1,9 miliar dengan hutang Rp 700 juta. Harta berupa tanah dan bangunan.

Sehingga total harta pada 2019 senilai Rp 1,1 miliar yang terdiri dari satu bidang tanah dan alat transportasi dan mesin Rp 643 juta.

Terkait kenaikan kekayaan tersebut, Bupati Gianyar, Made Mahayastra yang dikonfirmasi Senin siang (13/9) membenarkan.

"Naik, karena kenaikan harga tanah sebagai aset," ujar Mahayastra.

Dalam laporan itu, item atau rincian kekayaannya tidak ada yang berubah. Baik bertambah maupun berkurang.

 "Kalau dari itemnya tidak ada mengalami perubahan," pungkasnya. 

(rb/dra/pra/JPR)

 TOP