alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

TPA Suwung Akan Ditutup 2022, Pemprov Dorong Desa di Bali Bangun TPST

14 September 2021, 13: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

TPA suwung ditutup, Pemprov bali, TPST, Dinas KLH Bali, Eco Park, overload sampah,

Suasana di TPA Suwung Densel. Rencananya Pemprov Bali akan menutup TPA Suwung untuk dijadikan Eco Park (Adrian Suwanto)

Share this      

DENPASAR- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali secara perlahan akan menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar Selatan.

Bahkan pemerintah telah menargetkan, TPA terbesar di Bali ini akan ditutup pada 2022 mendatang.

Penegasan itu sebagaimana diungkap Kepala DKLH Provinsi Bali I Made Suteja. Menurutnya, pemerintah secara perlahan dan bertahap akan menutup TPA Suwung.

Baca juga: Insentif Nakes Diduga Disunat, Dewan Akan Bawa ke Rapat Kerja Komisi

Selanjutnya, usai ditutup, TPA Suwung akan dijadikan Eco Park. Hal ini dilakukan untuk menghindarai bencana akibat overload sampah yang mencapai ketinggian hingga 30 meter.

“Upaya (penutupan TPA) ini kita lakukan untuk mengantisipasi supaya tidak ada bencana dan mengurangi sampah,”tegas Made Teja, Senin (13/9).

Sehingga, dengan rencana penutupan itu, pihaknya mendorong agar pemerintah kabupaten/kota untuk membuat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)

“2022 kita genjot dan kita dorong agar pengolahan sampah difokuskan di masing-masing desa," tambahnya.

Lebih lanjut, Made Teja menambahkan, sebagai upaya mengurangi timbunan sampah di TPA Suwung, ia menyatakan bahwa sejumlah daerah sudah mulai melakukan.

Salah satunya dikatakan STeja seperti di Kabupaten Badung.

Kata Made Teja, di beberapa kecamatan di Badung seperti di Jimbaran, Kuta Selatan dikatakan sudah mulai membangun TPST.

Bahkan dengan pembuatan TPST, Kabupaten Badung yang biasanya membawa 40 truk sampah ke TPA Suwung kini menurun menjadi 25 truk per hari.

Untuk itu, sejalan dengan instruksi Gubernur Bali Wayan Koster, pihaknya mendorong agar seluruh desa membuat TPST.

“Targetnya nanti, semua desa memiliki pengolahan sampah supaya mengurangi sampah dibawa ke TPA Suwung,”tukas Made Teja. 

(rb/feb/pra/JPR)

 TOP