alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Radar Buleleng
icon featured
Radar Buleleng

Dari 40 Peserta hanya Satu yang Lulus Uji Kompetensi

14 September 2021, 22: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

peserta pppk kecewa, protes panitia, mengadu ke dewan, dprd buleleng,Disdikpora Buleleng,

Para calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tenaga pendidikan saat mengadu ke dewan (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

Peserta calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tenaga pendidikan ramai-ramai mengadu ke dewan. Mereka kecewa karena waktu pengerjaan soal yang dijalani peserta dipangkas selama satu jam.

Para peserta akhirnya berspekulasi dalam menjawab soal. Sebanyak 50 soal dijawab dalam waktu kurang dari 20 menit. Dampaknya dari 40 orang peserta yang mengikuti ujian, hanya ada satu orang saja yang lulus uji kompetensi.

Parahnya, setelah peserta tuntas menjawab soal, panitia justru meminta maaf. “Mereka bilang salah lihat waktu. Semestinya selesai jam 18.00 WIB, tapi malah diakhiri jam 18.00 WITA. Kami jelas merasa dirugikan. Kami minta agar kami diberi kesempatan mengikuti seleksi ulang, sebagaimana persyaratan yang ditetapkan,” tegas Kadek Sumantra, salah satu peserta saat ditemui di Gedung DPRD Buleleng, Selasa (14/9).

Baca juga: Waktu Dikurangi, Peserta PPPK di Buleleng Protes

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Made Astika yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, ujian pada TUK 1 sesi kedua memang mengalami keterlambatan selama dua jam. Sebab listrik sempat meledak. Namun, ia menyangkal bahwa telah terjadi pemangkasan waktu.

Menurutnya panitia sejak awal telah menyampaikan pada peserta bahwa token ujian akan berakhir pada pukul 18.00 WITA. Peserta disebut menyetujui hal tersebut dan masuk ke ruang tes.

“Memang ada pro kontra saat diinformasikan batas waktu pelaksanaan ujian saat itu. Tapi peserta setuju dan masuk ke ruang TUK,” kata Astika.

Menurutnya sebelum waktu ujian habis, akan muncul jendela peringatan pada layar komputer. Ia menyebut pelaksanaan tak bisa diulang. Karena sejak peserta sudah memilih opsi bahwa ujian telah usai.

“Kalau memang mau ada sanggahan, silahkan disampaikan. Kami sudah sampaikan pada penanggungjawab provinsi dan akan kami sampaikan ke pusat. Apakah nanti diulang atau tidak, keputusan pusat. Karena menurut logika kami, setelah peserta memilih opsi ujian selesai, nilai otomatis keluar. Tidak mungkin ada penjadwalan ulang,” tukasnya. 

(rb/don/eps/yor/JPR)

 TOP