alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Gegara Judi Togel, Gasak Duit Nasabah, Sekretaris LPD Dituntut 6 Tahun

15 September 2021, 00: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

sidang tuntutan daring, terdakwa sekretaris lpd, pn denpasar, LPD Belumbang, Kerambitan Tabanan,

Terdakwa I Wayan Sunarta (kanan bawah) saat menjalani sidang tuntutan daring (Istimewa)

Share this      

DENPASAR– Judi toto gelap alias togel akhirnya mengantarkan I Wayan Sunarta ke dalam penjara. Bahkan, pria 42 tahun asal Tabanan itu terancam menua di bui.

Mantan sekretaris LPD Belumbang, Kerambitan, Tabanan, itu terbukti memakai duit nasabah sebesar Rp 400 juta lebih. Uang itu digunakan untuk bermain judi togel dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama enam tahun,” tuntut JPU Ida Bagus Putu Widnyana, kemarin (14/9).

Baca juga: Jabat Kades, Jual Tanah Warga 5 Hektare, Kini Jadi Tersangka

JPU juga menuntut terdakwa membayar uang ganti rugi sebesar Rp 472,9 juta. Jika uang pengganti tak dibayarkan, terdakwa menggantinya dengan tiga tahun penjara.

Dengan adanya tuntutan tambahan pembayaran uang pengganti rugi, maka terdakwa terancam pidana penjara sembilan tahun.

Dalam tuntutannya, JPU menilai terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi sebagaimana Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain pidana pokok dan uang pengganti, JPU juga menuntut terdakwa membayar pidana denda Rp 300 juta. “Jika denda tidak dibayar diganti pidana penjara selama enam bulan,” tandas JPU.

Terdakwa yang saat ini ditahan di Lapas Tabanan itu hanya bisa pasrah. “Yang Mulia, kami akan mengajukan pembelaan tertulis,” kata Aji Silaban, pengacara yang mendampingi terdakwa.

Terdakwa melakukan perbuatannya sejak 2013 hingga 2017. Dari hasil penyelidikan terdakwa mengakui telah menggunakan uang LPD sebesar Rp400-500 juta.

Terdakwa tidak sendiri. Ada pihak lain yang diduga terlibat memakai uang nasabah, sehingga total kerugian Rp1,1 miliar. Dalam kasus ini pihak Kejari Tabanan telah memeriksa puluhan saksi termasuk ahli dari inspektorat dan BPKP Provinsi Bali. 

Jaksa menemukan bukti transaksi pengambilan uang tabungan nasabah yang dilakukan terdakwa dengan melakukan pungutan kepada nasabah. Namun, nilai yang tercatat pada prima nota lebih besar dibandingkan dengan daftar kas masuk. Selain itu terdapat simpanan uang deposito nasabah yang digunakan terdakwa untuk kepentingan pribadi.

Juga ditemukan modus lainnya, di mana pengurus LPD menyiasati data pokok laporan keuangan agar kondisi LPD seolah-olah sehat.

(rb/san/don/yor/JPR)

 TOP