alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Radar Buleleng
icon featured
Radar Buleleng
Dari Sengketa Aset Kantor Perbekel Penglatan

Ahli Waris Siap Berikan Pinjam Pakai Lahan

15 September 2021, 02: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

sengketa lahan perbekel, perbekel penglatan buleleng, pemkab buleleng,

Suasana di depan Kantor Perbekel Penglatan (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

Ahli waris Nengah Koyan, Nyoman Supama dalam keterangan tertulis mengatakan pihaknya menerima kesepakatan mediasi yang ditawarkan pemerintah. Pihaknya menyanggupi memberikan pinjam pakai lahan dan gedung, sambil membicarakan pembayaran ganti rugi.

“Faktanya beberapa kali kami rapat dengan Pemkab tidak ada seorang pun yang bicara di situ. Jadi intinya ini sudah ada benang merah akan bagaimana akhir dari konflik ini, tapi kembali lagi ada beberapa orang yang berupaya untuk mempolitisasi,” kata Supama.

Sekadar diketahui, Kantor Perbekel Penglatan terancam dieksekusi. Eksekusi itu bermula dari sengketa perdata antara Nengah Koyan dan ahli warisnya melawan pemerintah. Dalam hal ini Perbekel Penglatan. Nengah Koyan mengklaim hak kepemilikan lahan seluas tiga are yang diatasnya terdapat bangunan Kantor Perbekel Penglatan.

Baca juga: Gepeng Wajah Lama Tak Pernah Jera

Sengketa sudah berlangsung sejak 2017 lalu. Pengadilan selalu memenangkan pihak Nengah Koyan. Bahkan upaya pemerintah melakukan Peninjauan Kembali (PK) pada 17 Desember 2018 lalu juga kandas. Mahkamah Agung melalui Putusan Nomor 738 PK/Pdt./2019 kembali memenangkan Nengah Koyan.

Dalam putusan itu, Mahkamah Agung menyatakan tanah seluas 3 are yang diatasnya terdapat aset bangunan, merupakan bagian tak terpisahkan dari lahan milik Nengah Koyan yang luas totalnya mencapai 19 are. Pemerintah selaku pihak pemohon PK juga dihukum membayar biaya perkara sebanyak Rp 2,5 juta.

Kabar rencana eksekusi membuat warga resah. Pada Jumat (10/9) pagi, warga memasang spanduk di beberapa lokasi sebagai bentuk protes atas rencana eksekusi itu. 

(rb/eps/don/yor/JPR)

 TOP