alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa
Dari Kacaunya Ujian Seleksi PPPK di Buleleng

Selain Waktu Dipangkas Sejam, Saat Ujian Peserta juga Ditakut-takuti

Waktu Ujian Juga Molor Dua Jam dari Jadwal

15 September 2021, 08: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

ujian seleksi PPPK, ujian PPPK kacau, waktu ujian dipangkas, peserta ditakut-takuti, ujian molor, peserta ujian protes,

Sejumlah pelamar PPPK mengajukan protes di DPRD Buleleng kemarin (Eka Prasetya)

Share this      

PELAKSANAAN ujian seleksi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tenaga pendidikan di Buleleng, Selasa (14/9) kemarin berlangsung kacau balau.

Bahkan ujian seleksi yang digelar di ruang TUK 1 SMK Negeri 1 Singaraja, itu juga diwarnai protes dari peserta.  Kok bisa?

EKA PRASETYA, Buleleng

Baca juga: Selain Asal Klungkung, Diduga Kuat Korban Hanyut Saat Mandi di Pantai

SEJUMLAH peserta calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tenaga pendidikan, memprotes jalannya seleksi.

Penyebabnya waktu pengerjaan soal yang dijalani peserta dipangkas selama satu jam.

Peristiwa itu terjadi saat para peserta di Ruang TUK 1 SMKN 1 Singaraja, menjalani ujian.

Ujian seleksi seharusnya dilaksanakan pada pukul 14.00 WITA. Namun dua jam berselang, peserta tak juga mendapat panggilan masuk ke dalam ruangan.

Peserta di ruang tersebut akhirnya baru mendapat panggilan masuk ke ruang ujian dua jam kemudian atau tepatnya sekitar pukul 16.00 sore.

Terlambat dua jam dari jadwal semula. Saat ujian semestinya mereka mendapat waktu menjawab soal selama 180 menit. Sayangnya mereka hanya diberikan waktu mengerjakan soal selama 120 menit.

“Pas kami sudah setengah jalan, salah satu panitia memberi informasi kalau waktu menjawab soal hanya sampai jam 18.00,” ungkap salah seorang peserta Kadek Sumantra, saat ditemui di Gedung DPRD Buleleng, Selasa (14/9) kemarin.

Selain waktu pengerjaan soal ujian dipangkas, imbuh Kadek Sumantra, para peserta juga ditakut-takuti saat ujian berlangsung.

“Kami ditakut-takuti, kalau lewat dari jam 18.00, nanti tertutup sendiri dan nilainya hangus,” imbuh Sumantra kecewa.

Karena diberi tahu secara mendadak, para peserta akhirnya berspekulasi dalam menjawab soal.

Sebanyak 50 soal dijawab dalam waktu kurang dari 20 menit.

Padahal idealnya soal sebanyak itu dijawab dalam waktu 20 menit. Dampaknya dari 40 orang peserta yang mengikuti ujian, hanya ada satu orang saja yang lulus uji kompetensi.

(rb/eps/pra/JPR)

 TOP